Media Daring Menuntut Pendidik Kreatif

12

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 Wilayah Kota Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel), Kamis (24/6).(BP/IST)

Palembang, BP- Kondisi pandemi virus covid-19 ini mengakibatkan perubahan yang luar biasa, termasuk dalam bidang pendidikan.

Saat ini sulit untuk melakukan belajar tatap muka di ruang kelas. Satu-satu jalan yakni melakukan pembelajaran dari rumah melalui media daring (dalam jaringan) alias online.

“Problematika dunia pendidikan yaitu belum seragamnya proses pembelajaran, baik standar maupun kualitas capaian pembelajaran yang diinginkan.

Hal ini tentu dirasa berat oleh pendidik dan peserta didik. Terutama bagi pendidik, dituntut kreatif dalam penyampaian materi melalui media pembelajaran daring,” kata Yoppy Sazaki SSi MT, pemateri keempat Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 Wilayah Kota Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel), Kamis (24/6).

Lebih lanjut dosen Fakultas Ilmu Komputer (Fasilkom) Universitas Sriwijaya (Unsri) ini menguraikan beberapa keuntungan penggunaan media pembelajaran online antara lain pembelajaran bersifat mandiri dan interaktivitas yang tinggi, mampu meningkatkan tingkat ingatan, memberikan lebih banyak pengalaman belajar, dengan teks, audio, video dan animasi yang semuanya digunakan untuk menyampaikan informasi.

“Keuntungan lainnya yakni memberikan kemudahan menyampaikan, meng-update isi serta mengunduh, para siswa juga bisa mengirim email kepada siswa lain, kemudian mengirim komentar pada forum diskusi, memakai ruang chat, hingga link video conference untuk berkomunikasi langsung,” ulas Yoppy.

Masih dalam materi berjudul “Tantangan Belajar Online di Masa Pandemi”, Yoppy menyarankan seorang guru harus lebih cerdas dalam memilih media pembelajaran agar tidak ketinggalan dalam menyampaikan materi pembelajaran. Probematika pembelajaran online adalah tidak semua siswa yang memiliki HP dengan kualitas sama, keterbatasan kuota dan jaringan serta kuantitas jaringan yang belum merata.

“Kendala tidak hanya dirasakan oleh siswa namun juga oleh guru, khususnya guru yang memang tidak akrab dengan dunia media digital. Pembelajaran online juga terdapat kendala terkait kehadiran siswa dalam proses belajar mengajar. Cara mengatasi kendala pembelajaran online adalah pendampingan dari orang tua, inovasi dari guru agar proses belajar mengajar tidak monoton,” tukas Yoppy.

Baca:  Kunci Sukses Pembelajaran Daring

Sementara pemateri pertama, Resista Vikaliana SSi MM, seorang dosen, penulis buku, penggiat taman bacaan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) menyampaikan materi dengan judul “Sukses Belajar Online”.

Menurut dia, pembelajaran daring terbagi menjadi 2 yaitu jenis sinkron dan tidak sinkron. “Tips sukses belajar online dari saya adalah pilih aplikasi yang memudahkan guru dan siswa untuk berinteraksi. Evaluasi pembelajaran daring dapat berbasis hasil, perilaku pembelajaran dan reaksi,” tutur Resista.

Lanjut pemateri kedua yaitu Rudi Permana SKom dengan materi berjudul “Fitur Keamanan di Berbagai Aplikasi Pembelajaran Online”.  Founder Belajardigital.id ini menghimbuhkan, pembaruan aplikasi online sangat penting karena dapat menghilangkan bugs atau eror, meningkatkan keamanan dan mendapatkan fitur baru.

“Selain itu, keamanan yang dapat dilakukan adalah dengan mengaktifkan kode keamanan. Gunakan jaringan internet yang aman bukan wifi publik untuk menjaga keamanan.

Adapun bahaya wifi publik adalah rentan virus, rentan pencurian data dan rentan dibajak,” tukasnya.

Pemateri ketiga Dr Bukhori Mukhtar MA, Kepala Sekolah Menengah Pertama (SMP) Islam Al-Azhar 33 Palembang menyampaikan materi dengan judul “Manusia Sebagai Pelaku Proses Digital“.

Dia menjelaskan kepada para peserta webinar, bahwa peta jalan pendidikan di Indonesia 2020-2035 adalah terkait menyiapkan generasi emas Indonesia tahun 2045.

“Kita sebaiknya mendidik anak sesuai dengan zamannya. Kerangka literasi digital Indonesia ada beberapa hal terkait yaitu, proteksi, hak-hak dan pemberdayaan.

Baca:  Platform Medsos Miliki Pasar Masing-Masing

Hal-hal yang perlu diperhatikan orang tua dan guru adalah, ajak anak gunakan internet untuk membantu tugas sekolah, diskusikan dengan anak apa yang boleh dan tidak boleh dalam penggunaan internet, ajari anak untuk menjaga kesopanan berkomunikasi di media sosial (medsos), dampingi anak dalam penggunaan internet dan medsos, imbangi waktu menggunakan medsos dengan interaksi di dunia nyata dan batasi penggunaan media digital,” ulasnya.

Selanjutnya dalam sesi tanya jawab, antusias peserta webinar kali ini melampaui webinar-webinar sebelumnya. Kolom chat kembali dihujani banyak pertanyaan dari peserta.

Seluruh narasumber pun kebagian jatah untuk menanggapi sejumlah pertanyaan peserta yang dipilih oleh moderator dan penyelenggara webinar. Salah satunya pertanyaan dari Siti Nur Aisyah kepada narasumber ke-4 Yoppy Sazaki.

“Apakah disediakan media program khusus terkait norma kesopanan di medsos?” tulis Rahyuni di kolom chat yang juga diberi kesempatan bertatap muka via virtual dengan narasumber Herri Setiawan.Menanggapi pertanyaan di atas, Yoppy mengemukakan bahwa sosialisasi terkait budaya teknologi yang baik.

“Misalnya mengaktifkan kamera saat proses belajar mengajar, serta memakai pakaian yang sopan, dan bertanya dengan sopan.

Kebiasaan belajar diusahakan sama dengan kegiatan belajar secara langsung,” tukasnya.

Sebelumnya, di awal pembuka webinar seperti biasa dibuka dengan menayangkan video Keynote Speech pertama dari Semuel Abrijani Pangerapan, Direktur Jenderal (Dirjen) Aplikasi Informatika Aptika) Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia (Kemenkominfo RI).

Dilanjutkan sambutan dari Keynote Speech kedua yaituH Ahmad Zulinto SPd MM, Kepala Dinas Pendidikan Kota Palembang. Zulinto menuturkan, Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang menyambut baik terselenggaranya Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital yang digagas Kemenkominfo RI yang kali ini mengambil tema “Sukses Belajar Online dengan Kemampuan Literasi Digital”. Menurut Zulinto, proses belajar secara online tentu memerlukan kemampuan literasi khususnya literasi digital baik oleh guru dan siswa.

Baca:  Pelajaran Agama Tak Lagi Menegangkan Karena Ada Literasi Digital

Kemampuan literasi digital tentu bukan hanya terkait membaca atau menggunakan media digital dalam proses belajar mengajar. Lebih dari itu sambung Zulinto, literasi digital sangat terkait dengan pemahaman akan media yang digunakan, etika dalam berkomunikasi di media digital saat proses belajar mengajar serta bagaimana karakter siswa dapat terbangun walaupun proses belajar mengajar dilakukan secara online.

“Dengan literasi digital, siswa dapat memilah informasi dengan lebih rasional bukan emosional,” pungkasnya.

Kemudian dilanjutkan moderator Hikmatun Hassana menyapa Key Opinion Leader (KOL) yaitu Della Dwi Oktarina, Founder @sayadietkantongplastik, akitivis perempuan yang pernah menerima penghargaan Kartini Millenial Award 2020.

“Sebagai anak muda yang dikenal sebagai Agent of Change (agen perubahan), kita harus dapat selalu berbuat untuk kebaikan bersama. Di era digital seperti saat ini kita dapat berbuat lebih banyak karena jarak dan waktu sudah bukan menjadi masalah,” tukas Della.

Suryati Ali selaku Runner Literasi Digital wilayah Palembang Sumsel menyebutkan, webinar mengambil tema “Sukses Belajar Online dengan Kemampuan Literasi Digital” diikuti 1149 orang peserta dari kalangan pelajar.

Selanjutnya untuk webinar kesebelas bakal diselenggarakan Sabtu 26 Juni 2021 dengan tema “Peran Dunia Akademik dalam Proses Transformasi Digital” yang rencananya bakal menghadirkan empat narasumber berkomputen antara lain Dr Sunda Ariana MPd MM (Rektor Universitas Bina Darma Palembang) dengan moderator Ayu Irti Baitul Qolby dan KOL Rana Rayendra, Co-Founder dan CEO of Bicara Project.#osk