Presiden Filipina Ancam Masyarakatnya Akan Suntikkan Vaksin Babi Jika Menolak Vaksin Covid-19

14

Presiden Filipina Rodrigo Duterte

Palembang, BP – Presiden Filipina, Rodrigo Duterte mengancam akan penjarakan masyarakatnya yang menolak untuk melakukan vaksinasi Covid-19.

Tak hanya itu, presiden Filipina juga menambahkan akan memberikan suntikan Ivermectin jika ancaman untuk tinggal di balik jeruji besi tidak berhasil.

Ancaman dilontarkan presiden Filipina karena telah frustasi dengan lambatnya vaksinasi Covid-19 yang terjadi di negaranya.

Sebagai informasi, Ivermectin sendiri adalah obat yang digunakan untuk mengobati berbagai jenis infestasi parasit. Pada manusia, ini termasuk kutu kepala, kudis, kebutaan sungai, strongyloidiasis, trikuriasis, ascariasis, dan filariasis limfatik.

Baru-baru ini, Ivermectin telah disebut-sebut sebagai pengobatan alternatif untuk Covid-19, tetapi regulator AS dan Eropa dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah merekomendasikan untuk tidak menggunakannya.

“Anda pilih, vaksin atau saya akan memenjarakan Anda,” kata Duterte dalam sebuah siaran televisi, dikutip dari Reuters, Rabu, (23/06).

Terkait hal tersebut, dilaporkan bahwa sejumlah masyarakat bersedia di vaksin cukup rendah di beberapa lokasi di ibu kota Manila.

“Tetapi selama Anda di sini dan Anda adalah manusia, dan dapat membawa virus, dapatkan vaksinasi,” ujar Duterte.

“Jika tidak, saya akan memerintahkan semua kepala desa untuk menghitung jumlah orang yang menolak untuk divaksin. Karena jika tidak, saya akan menyuntikkan Ivermectin untuk babi ke dalam tubuh Anda,” katanya.

Presiden Filipina Duterte memang terkenal dengan retorika perangnya, padahal pernyataan tersebut bertentangan dengan pernyataan dari pejabat kesehatan Filipina.

Pejabat kesehatan Filipina telah mengatakan bahwa vaksinasi terhadap Covid-19 adalah sukarela.

“Jangan salah paham, ada krisis di negara ini,” ucap Duterte.

“Saya hanya jengkel dengan orang Filipina yang tidak mengindahkan pemerintah,” sambungnya.

Diketahui dengan lebih dari 1.3 juta kasus,di Filipina menjadi salah satu negara di Asia yang harus memerangi epidemi Covid-19.

Pada 20 Juni, Filipina hanya terdapat 2.1 juta orang yang telah divaksinasi penuh dari 70 juta orang yang ditargetkan untuk tahun ini.

Sementara itu, Presiden Filipina juga mendukung keputusannya untuk tidak membiarkan sekolah dibuka kembali. #ric