Ultimate magazine theme for WordPress.

Sumsel Dapat Pinjaman Rp507 Miliar dari Pemerintah Pusat


MF RIdho(BP/DUDY OSKANDAR)

Palembang, BP- Pemerintah pusat melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memberikan dana pinjaman sebesar Rp19,1 triliun untuk 30 pemerintah daerah (pemda).

Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) sendiri mendapatkan Rp507,96 miliar.

Menurut Ketua Komisi IV DPRD Sumsel MF Ridho menilai kemungkinan pinjaman sebesar itu menurutnya pinjaman Provinsi Sumsel tahun 2020 .

“ Memang realisasinya di 2021, untuk membiayai kegiatan tahun 2020, karena kemarin khan banyak pembayaran yang tertunda, direalisasikan pembayaran itu di Maret , April ,kalau nilai sebesar itu kayaknya sama dengan nilai  Pinjaman Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) tahun kemarin ,” katanya , Selasa (22/6).

Baca Juga:  Pemprov Sumsel Ajukan RAPBD P Sumsel TA 2021 ke DPRD Sumsel Awal September

Politisi Partai Demokrat menegaskan kalau pinjaman tersebut untuk membiayai  kontrak kegiatan pada dinas-dinas.

Ketika ditanya apakah DPRD Sumsel sudah di beritahu pihak Pemprov Sumsel tentang pencairan pijaman pusat, Ridho mengaku belum.

“ Tidak tahu kalau pimpinan ya, kalau kami selaku anggota di komisi ini belum terinfo Cuma biasanya yang seperti itu  barang kali kalau ada surat  resmi biasanya ada tembusan ke pimpinan,” katanya.

Sedangkan Menteri Keuangan Sri Mulyani saat rapat bersama Komite IV DPD RI, Selasa (22/6) menjelaskan dana Rp19,1 triliun ini untuk 30 kabupaten, provinsi, kota yang sudah disetujui pinjaman daerahnya,” kata Menteri Keuangan Sri Mulyani saat rapat bersama Komite IV DPD RI, Selasa (22/6).

Baca Juga:  DPRD Sumsel Prihatin , Tenaga Fungsional Pustakawan  di Sumsel Hanya Ada 136 Orang

Sri mengatakan, angka pinjaman pemerintah pusat untuk setiap daerah berbeda-beda. Misalnya Provinsi DKI Jakarta sebesar Rp2,66 triliun, Kabupaten Ponorogo Rp200 miliar, Provinsi Jawa Barat Rp1,81 triliun, dan Provinsi Banten Rp851 miliar.

Kemudian, Provinsi Bali sebesar Rp1,5 triliun, Kabupaten Gorontalo Rp492 miliar, Kota Bogor Rp494 miliar, Kota Banda Aceh Rp60 miliar, dan Provinsi Maluku Rp700 miliar.

Selanjutnya, Provinsi Sulawesi Utara Rp723 miliar, Provinsi Sulawesi Selatan Rp1,33 triliun, Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) Rp507,96 miliar, Kabupaten Gianyar Rp134 miliar, dan Kabupaten Tapanuli Utara Rp326 miliar.

Baca Juga:  Ini Yang Dikonsumsi Ketua DPRD Sumsel Saat Berbuka Puasa

“Beberapa daerah hasil penerimaan aslinya anjlok akibat dampak covid-19, misalnya pariwisata di Bali atau daerah lain yang mengandalkan kegiatan ekonomi yang berinteraksi,” terangnya.

Dengan begitu, kata Sri, dana pinjaman dari pemerintah pusat untuk pemerintah daerah ini memberikan ruang dan kesempatan bagi daerah agar memiliki sumber dana guna melanjutkan program pembangunan di daerah masing-masing.

“Kami akan terus memonitor agar dana pinjaman menghasilkan hal yang nyata dan memberikan perbaikan perekonomian masyarakat setempat,” pungkasnya.#osk

 

 

Jangan Lewatkan
Komentar Anda
Loading...