Hengkangnya Nanan dan HBA Tidak Perlu di Sikapi Berlebihan, Pengkaderan di Golkar Selama Ini Jalan  

60

H Yulizar Dinoto (BP/DUDY OSKANDAR)

Palembang, BP- Hengkangnya  simpatisan partai Golkar yang juga Walikota Lubuk Linggau SN Prana Putra Sohe alias Nanan ke Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan mantan Bupati dan eks ketua DPD II Golkar Kabupaten Empat Lawang H Budi Antoni Aljufri (HBA) yang pilih hengkang dari partai berlambang pohon beringin ke partai Nasdem.

Ditanggapi Wakil Ketua DPD I Golkar Sumatera Selatan (Sumsel) H Yulizar Dinoto menilai, pilihan Nanan ke PKB dan HBA ke Nasdem adalah hak politik kedua, dan Golkar tetap menghormatinya.

“Kalau secara pribadi sebagai kader Golkar, kalau memang kebetulan ada wacana lain tidak perlu disikapi berlebihan, karena pengkaderan di Golkar selama ini jalan,” katanya, Selasa (22/6) seraya selama ini dirinya konsisten di Golkar meski banyak tawaran dari partai politik lain.

Dilanjutkan Ketua SOKSI Sumsel ini,  melihat keduanya baik Nanan dan HBA  adalah sahabatnya.

“Dan biasa saja jika ada yang berpindah partai, yang penting kader yang loyal tetap konsisten berjuang untuk partai Golkar, hingga titik darah penghabisan. Di Golkar sistem pengkaderan sudah jelas, dari bawah hingga ke pusat. Kalau berpolitik setiap langkah politik pasti ada tujuan kedepan,” katanya.

Sedangkan Sekretaris DPD I Partai Golkar Sumsel Herpanto sendiri menyayangkan sikap Nanan tersebut, yang secara etika tidak sesuai.

Herpanto juga menyoroti perilaku mantan Bupati  Kabupaten Empat Lawang H Budi Antoni Aljufri (HBA) melompat ke partai Nasdem.

“Kita menyayangkan sikap keduanya, padahal sudah menikmati sarimadu, tapi ditinggal begitu saja (Golkar). Namun, kita hormati pilihan politiknya, tapi secara etika saja yang tidak benar,” kata Herpanto, Selasa (22/6).

Dijelaskan mantan anggota DPRD Sumsel ini, meski ada beberapa kadernya berlabuh ke partai lain, namun hal itu tidak masalah bagi partai Golkar yang selama ini memiliki kader- kader berkualitas.

“Yang jelas, berlabunya Nanan ke PKB tidak membuat partai Golkar panik, mengingat Nanan selama ini belum menjadi kader Golkar, tetapi sebagai Wako Lubuk linggau diusung partai Golkar selama ini harusnya menghargai,” katanya.#osk