FK-PKBP  Bersama Paguyuban Kuliner Palembang dan Rumah Aspirasi Budaya Sumsel Gelar Malam Budaya

15

Rombongan FK-PKBP  bersama anggota Paguyuban Kuliner Palembang melakukan pertemuan dengan Ketua DPRD Sumatera Selatan (Sumsel) Hj RA Anita Noeringhati, Senin (21/6) di ruang banggar DPRD Sumsel.(BP/IST)

Palembang, BP- Forum Komunikasi Paguyuban Kuliner Bersatu Palembang (FK-PKBP)  bersama anggota Paguyuban Kuliner Palembang akan menggelar malam budaya yang direncanakan di pertengahan Juli 2021 di Rumah dinas (Rumdin) Ketua DPRD Sumsel yang kini menjadi Rumah Aspirasi Budaya (RAB) Sumsel.

Hal tersebut terungkap saat rombongan FK-PKBP  bersama anggota Paguyuban Kuliner Palembang melakukan pertemuan dengan Ketua DPRD Sumatera Selatan (Sumsel) Hj RA Anita Noeringhati, Senin (21/6) di ruang banggar DPRD Sumsel.

Menurut Ketua  FK-PKBP, H Idasril kedatangan mereka ke DPRD Sumsel  terkait soal kebijakan  tentang pembatasan pajak berkeadilan, kedua  pihaknya akan mengadakan malam budaya.

“ Ini ketua DPRD Sumsel sepakat untuk itu  rencanakan diadakan di rumah dinas beliau , dipertengahan Juli , nanti lebih banyak kita bicara di  soal  kuliner,” katanya.

Baca:  Gubernur Sumsel dan Banyak Kepala Dinas Tidak Hadir, Ketua DPRD Sumsel Marah

Sedangkan Sekretaris FK-PKBP, Vebri Al Lintani menambahkan karena secara kesejarahan Palembang dengan Jawa berhubungan sangat erat dan menghasilkan akulturasi budaya salah satunya yang paling menonjol bahasa .

Tapi disisi lain ada  kuliner , ini belum banyak kajiannya, karena itu pihaknya ingin membuat  satu perhelatan kebudayaan , diskusi budaya, pertunjukan budaya dan pameran kuliner yang berakulturasi Melayu- Jawa.

“ Sehingga ini juga membuat  bisa meningkatkan rasa kebangsaan dan ternyata dalam keberagaman ada juga perkawinan budaya dari bangsa kita dan Palembang  sentral Melayu Jawa,” katanya.

Karena itu pihaknya akan membuat konsep dahulu nanti akan ada diskusi dan pertunjukan-pertunjukan  kebudayaan dari Forum Komunikasi  Paguyuban Kuliner Bersatu Palembang, Persatuan Bakso Solo Berseri, Pecel Lele, Rumah Makan Minang, Pempek Palembang.

Baca:  Sering Tidak Hadiri Rapat, Pansus V DPRD Sumsel Usulkan Gubernur Ganti Kadisbudpar Sumsel

Rencananya akan diadakan Rumah dinas (Rumdin) Ketua DPRD Sumsel yang kini menjadi Rumah Aspirasi Budaya (RAB) Sumsel di pertengahan Juli.

Mengenai pajak 10 persen dikenakan bagi pedagang oleh Pemkot Palembang menurut Vebri  pihaknya menentang dengan pendapatan Rp100 ribu perhari.

“ Kemudian kita tentang lalu berubah perda, perda berubah  turun dikit jadi 6 persen untuk 400 ribu perhari, itu  masih di rasakan berat, karena kalau cuma itu dan tidak mengklasifikasi  restoran dan lain-lain termasuk penjaja makanan itu kena secara hukum walaupun katanya tidak , hari ini tidak diberlakukan , E-Tax tidak diberlakukan di warung-warung tapi penapsirannya bisa berbeda  lain pimpinan, malah di tiap kecamatan berbeda,” katanya.

Menurutnya, seluruh pedagang itu harus membayar retribusi  ada Rp300, Rp 500 ada Rp1,5 juta.

Baca:  DPRD Sumsel  Sebut Dinkes Belum Serius Tangani Covid-19

“Tapi kalau melihat pajak itu pimpinan atau pemegang kebijakan seperti Walikota Palembang bisa berubah dan itu belum ada kepastian, kita minta Ketua DPRD Sumsel karena persoalan itu bukan hanya di Palembang tapi juga di kabupaten kota lain, kemarin di Ogan Ilir kita advokasi clear tapi lain –lain daerah belum malah di Palembang begini, kita minta kepastian hukum, “ katanya.

Sedangkan Ketua DPRD Sumsel Hj RA Anita Noeringhati mengapresiasi kedatangan FK-PKBP bersama anggota Paguyuban Kuliner Palembang.

Politisi Partai Golkar ini menawarkan agar kegiatan malam budaya bisa dilakukan di kediaman dinasnya pertengahan  Juli.

Mengenai pajak 10 persen untuk pedagang di Palembang , Anita berjanji akan membicarakan hal tersebut dengan pihak Pemkot Palembang.#osk