Satu Keluarga Jadi Pengedar Narkoba

113


4 orang pengedar narkoba, Kamis (17/6) sekira pukul 10.30 di Kelurahan Sei Selayur Kecamatan Kalidoni Palembang oleh Satresnarkoba Polrestabes Palembang (BP/IST)

Palembang, BP- 4 orang pengedar narkoba, Kamis (17/6) sekira pukul 10.30 di Kelurahan Sei Selayur Kecamatan Kalidoni Palembang oleh Satresnarkoba Polrestabes Palembang

Keempat pengedar narkoba yang masih satu keluarga tersebut yakni Faridah alias Cik Idah (56), Mat Arif alias Mat Gaplek (52), Marselia (40) dan Debi Destiana (27).

Penangkapan diawali dengan tertangkapnya pelaku Mat Arif oleh Satresnarkoba Polrestabes Palembang. Dari penangkapan itu dilakukan pengembangan dan berhasil menangkap tiga pelaku lain.

Polisi juga berhasil mengamankan barang bukti (BB) berupa 2 bungkus plastik bening berisi sabu seberat 15,54 gram, 1 buah timbangan digital, Uang tunai Rp 2,4 juta, 3 unit handphone, 1 buah dompet.

“Jadi, empat pelaku ini merupakan satu keluarga besar, mereka ini menjual narkoba jenis sabu-sabu,” kata Kapolrestabes Palembang Kombes Pol Irvan Prawira Satya Putra melalui Kasat Narkoba AKBP Andi Supriadi, Senin (21/6).

Para pelaku memiliki peran masing-masing dalam mengatur alur peredaran narkoba tersebu. Bisnis keluarga itu dijalankan oleh pelaku Cik Idah yang merupakan residivis kasus narkoba.

Dari Cik Idah inilah, pelaku Mat Arif menjual narkoba jenis sabu-sabu. Barang haram itu disembunyikan di rumah milik pelaku Marselia dengan upah penitipan Rp100 ribu per hari. “Sabu-sabu itu disimpan di atas plafon rumah di lantai dua,” kata dia.

Sedangkan pelaku Debi Destiana yang merupakan oknum perawat di salah satu Rumah Sakit di Kota Palembang bertugas untuk mengendalikan transfer uang dalam bisnis narkoba tersebut.

“Empat pelaku sudah dilakukan test urin dan hasilnya negatif, tetapi ini merupakan satu jaringan keluarga di wilayah Kalidoni jual beli sabu,” jelas Andi. Cik Idah ini tidak kapok bisnis sabu bahkan sebelumnya sudah 2 kali masuk penjara,” katanya.

“Debi sendiri melakukan transaksi uang kepada bandar besar, kita masih menyelidiki siapa bandar besar tempat mengambil barangnya. Bandar ini masih berasal dari Palembang, dalam 2 Minggu barang habis jual seharga Rp 65 juta dengan keuntungan sebesar Rp20 juta,” katanya.#osk