Ultimate magazine theme for WordPress.

Bagindo Togar: Kasus Masjid Sriwijaya Dimanfaatkan Elite untuk Agenda Politik 2024?

Bagindo Togar BB (BP/IST)

Palembang, BP- Merebaknya kasus Masjid Sriwijaya saat ini teekesan telah dimanfaatkan elite atau oknum tertentu sebagai upaya pengganjalan sistematis menuju agenda Pemilu 2024 mendatang. Idealnya, berikan kesempatan bagi aparat hukum bekerja optimal dan independent.

Pengamat Politik Bagindo Togar mengungkapkan, ada usaha yang sangat soft merangkai berbagai tahapan kasus Masjid Sriwijaya ini untuk penguatan yang kelak bermuara adanya tokoh besar yang menjadi dalang kasus terssebut. Parahnya lagi, menurut Bagindo hal ini didukung segelintir media.

“Jadi, mereka sangat soft merangkai isu beriring dengan tahapan yang dilakukan kejaksaan. Ini terus berlanjut dengan membangun opini liar, seakan ada tokoh besar yang menjadi dalang kasus korupsi ini. Sudah jelas, hal ini tak terlepas dengan event politik Pilkada 2024 ,” ujar Bagindo Togar, Minggu (20/6) pagi.

Baca Juga:  Tito Ke Palembang Lantaran Tingginya Covid-19, Pengamat Nilai Bentuk Peringatan Keras Kepada Pemprov Sumsel

Untuk itu, Bagindo mengharapkan kejaksaan untuk mampu membuktikan bahwa pengusutan kasus ini bukan by design dan by order. Hukum harus ditangani oleh aparat hukum secara profesional dan bertanggungjawab, alias terbebas dari intervensi oleh kekuatan maupun elite manapun.

“Malah sebaliknya, jika ada pejabat publik yang terbukti mendorong akselerasi kasus ini, maka sang oknum yang harus diperiksa. Apa kepentingan sebenarnya, sehingga berupaya melakukan intervensi. Kita minta kejaksaan membuktikan takkan bisa di
intervensi, dan saya sendiri berkeyakinan mereka mampu bekerja independen menuntaskan kasus ini secara profesional,” tambahnya lagi.

Baca Juga:  Bagindo: Elite Pemerintahan Provinsi, Pemko dan Pemkab Seperti Kehilangan Ide, Itikad dan Semangat Hadapi Karhutla

Dikatakannya, media massa juga dituntut menulis berita yang kontekstual dan proporsional dengan memberikan informasi yang objektif di tengah masyarakat dan tidak ikut larut membangun opini yang masih dalam proses pembuktian, apalagi menjurus pembunuhan karakter seseorang.
Diakui Bagindo Togar, memang saat ini merupakan masa sulit, namun media tak juga boleh menanggalkan independensi dengan melakukan semua hal tanpa memperhatikan kode etik jurnalistik dan rambu moral.

Baca Juga:  Datangi PN Palembang, MPPMS Minta Pembangunan Masjid Sriwijaya Dilanjutkan

“Jangan khianati tugas dan fungsi pers sebagai validator informasi bagi publik. Sajikanlah informasi yang objektif, jangan malah memperkeruh suasana serta membentuk opini sesat yang bisa membuat pembaca ikut larut terjebak di dalamnya. Namun, masih sangat banyak juga media yang baik dan objektif dalam pemberitaan,” ujarnya. #hus.

Jangan Lewatkan
Komentar Anda
Loading...