Tantangan Era Digital Pemerintah Daerah Harus Dapat Bertransformasi

31

Suasana webinar literasi digital “ Tantangan dan Inovasi Pemerintah Daerah di Era Digital, Jumat (18/6). (BP/IST)

Palembang, BP- Menghadapi tantangan di era digital pemerintah daerah  diharuskan untuk tetap dapat bertransformasi untuk mengikuti perkembanganya. Perkembangan era digital sangat berperan terkait pembangunan sebuah daerah.

“Penggunaan teknologi dan informasi di era Digital memberikan keuntungan yang sangat besar bagi pemerintah daerah selain tantangan yang juga tidak mudah. Keutungan seperti pengorganisasian yang lebih mudah, promosi atas layanan pemerintah daerah lebih mudah pada masyarakat. Namun tantangan yang dihadapi juga tidak mudah terkait dengan sarana teknologi seperti sinyal yang masih cenderung berbeda antar daerah. Selain itu, sumber daya manusia yang masih cenderung belum siap akan perubahan di era digital ini,”  kata  Ika Meilani, S.Si  selaku  Kepala Seksi Sumber Daya Komunikasi Publik dan Akses Informasi , salah satu nara sumber dengan tema “Pelayanan Pemerintah di Era Digital” dalam webinar literasi digital “ Tantangan dan Inovasi Pemerintah Daerah di Era Digital, Jumat (18/6).

Webinar ini diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika RI berkerjasama dengan Pemerintah Kota Palembang Propinsi Sumatera Selatan (Sumsel) .

Juga menghadirkan Key  Opinion Leader :  Tomi Ristanto@tomrist_ – Presenter, MC/Moderator (Debat Capres-Cawapres 2019 dengan moderator Chindy Puri Salbillah

Sebelumnya Sekretaris Daerah Kota Palembang yang diwakili oleh dr. Letizia M.Kes- Staf Ahli Bidang Ekonomi Keynote Speech mengatakan, Perkembangan era Digital mengharuskan kita untuk tetap dapat bertransformasi untuk mengikuti perkembanganya. Perkembangan era digital sangat berperan terkait pembangunan sebuah daerah dalam rangka peningkatan pelayanan publik agar lebih transparan dan akuntabel.

Sedangkan key opinion leader yaitu Tomi Ristanto @tomrist_ – Presenter, MC/Moderator (Debat Capres-Cawapres 2019) mengatakan, Peluang era digital untuk pemerintah daerah adalah kita dapat mempromosikan potensi daerah, pelayanan publik di daerah dengan lebih mudah. Selain itu, terdapat tantangan misalnya terkait konektivitas internet yang masih berbeda secara kualitas dan kuantitas antar daerah yang masih berbeda.

Sedangkan pemateri lainnya , Hendra Syamhari, Amd – Fotografer Jurnalistik/Korwil barat Pewarta Foto Indonesia, dengan tema “Tantangan dan Inovasi Pemerintah Daerah di Era Digital” menjelaskan  tantangan penerapan inovasi dipengaruhi oleh faktor internal seperti sumber daya manusia, budaya organisasi, kepemimpinan dan anggaran, sedangkan faktor eksternal dipengaruhi oleh partisipasi masyarakat.

Selanjutnya  H. Edison, S.Sos., M.Si. – Kepala Dinas Kominfo Kota Palembang, dengan tema “Arah Kebijakan Teknologi Informasi Diskominfo Kota Palembang” menjelaskan soal  Prioritas program pengembangan teknologi informasi di Palembang adalah dengan peningkatan kualitas pembelajaran untuk aparat pelayanan, penguatan aplikasi pelayanan kepada masyarakat,  pengembangan bahan belajar multimedia, pengembangan kompetensi TIK SDM untuk pembelajaran dan pemantauan dan pengawasan penggunaan media teknologi di Kota Palembang. Selain itu, hal lain yang dilakukan dengan pengembangan layanan satu pintu bebasis teknologi informasi serta pembentukan tim pemantau diskusi publik.

Dan Januar Eko Aryansyah, S.IP., S.H., M.Si. – Dosen Universitas Sriwijaya, dengan tema “Literasi Digital dalam Meningkatkan Wawasan Kebangsaan” mengatakan, kondisi pandemi telah memaksa kita mendigitalisasi semua bentuk pelayanan termasuk pelayan publik. Literasi digital sangat penting dalam kaitan pelayanan publik. Hal ini tentu terkait bagaimana pemberi layanan publik terkait merespon keluhan masyarakat serta bagaimana cara masyarakat dalam menyampaikan keluhan mereka terkait pelayanan publik. Pelayanan publik tidak hanya mengedepankan infrastruktur namun juga harus mengedepankan culture yang baik khususnya bagaimana merespon terkait keluhan pelayanan publik.

Usai pemaparan yang disampaikan masing-masing pemateri dilanjutkan sesi tanya jawab dengan pertanyaan dari Josep Samosir kepada Narasumber 1Ika Meilani, S.Si

Tentang Bagaimana pemerintah memberikan bimbingan kepada masyarakat yang gaptek?

Dijelaskan pemerintah berusaha menyuguhkan hal-hal positif untuk masyarakat. Selain itu, pemerintah selalu berusaha memberikan pelayanan yang terbaik. Media sosial menjadi kanal terbaik untuk memberikan edukasi.

Pertanyaan lain dari  Eko kepada Narasumber 2Hendra Syamhari, Amd mengenai Bagaimana memberikan pemahaman kepada keluarga terkait kejahatan di dunia digital?

Lalu di jawab kita harus terus membimbing dan menceritakan kepada keluaraga terkait bahaya di media digital serta aturan-aturan yang ada.

Pertanyaan dari Arif Ilham kepada Narasumber 3H. Edison, S.Sos., M.Si.mengenai

Target Dinas Kominfo dalam rangka mencerdaskan masyarakat di era digital seperti saat ini?    Dijawab,  kami berusaha menggandeng para influencer (Komunitas Youtuber Sriwijaya) untuk dapat memberikan informasi kepada masyarakat agar pesan yang ingin disampaikan dapat sampai kepada masyarakat.

Dan Pertanyaan dari Ilman Setiawan kepada Narasumber 4Januar Eko Aryansyah, S.IP., S.H., M.Si mengenai Bagaimana generasi mengembangkan soft skill nya disaat kurikulum pendidikan informatika dihilangkan?

Lalu di jawab Generasi muda dapat mengembangkan soft skill nya dengan mengetahui terlebih dahulu potensi yang ingin dia tingkatkan. Selanjutnya generasi muda dapat mencari pengetahuan melalui media-media digital seperti Youtube, Instagram dll untuk mencari informasi tersebut.

Sebelumnya acara dimulai pada pukul 09.00  yang dibuka oleh moderator yaitu Chindy Puri Salbillah, lalu dilanjutkan dengan menayangkan tayangan Indonesia Raya. Setelah menayangkan Indonesia Raya selesai, dilanjutkan dengan menayangkan video keynote speech yaitu Samuel A. Pangerapan – Dirjen Aptika Kementrian Kominfo.

Dibincangi usai webinar, Suryati Ali selaku Runner Literasi Digital wilayah Palembang Sumsel menyebutkan, webinar kali ini  diikuti 311  orang peserta dari kalangan pemerintah daerah, akademisi dan masyarakat umum. Selanjutnya untuk webinar kedelapan bakal diselenggarakan, Senin 21 Juni 2021 dengan tema “Menghadapi Tantangan Keamanan di Era Digital : Mengenali dan Meningkatkan Keamanan Melalui Platform Digital”.#osk