Ultimate magazine theme for WordPress.

Setuju Jalur Sepeda Ditiadakan, ITW: Pemerintah Sebaiknya Fokus Bangun Transportasi Massal

Edison Siahaan

Jakarta, BP–Tidak ada gading yang tak retak, pepatah ini tidak berlaku untuk perencanaan yang menggunakan uang rakyat melalui APBD.

Sejak awal sudah diingatkan, membuat jalur sepeda permanen di jalan protokol Thamrin -Sudirman untuk saat ini kurang efektif. Jalur sepeda berpotensi menyebabkan pesepeda mengalami kecelakaan.

Kalimat bernada tamsil itu dilontarksn Ketua Presidium Indonesia Traffic Watch (ITW) Edison Siahaan mensitir masalah jalur sepeda permanen di Jakarta yang menuai polemik.

Baca Juga:  ETLE Jangan Justru Mempersulit Apalagi Jadi Alat Mendulang Uang Denda Tilang

Kapolri Jenderal Listyo Sigit menganggap jalur khusus sepeda itu harus dibongkar. Banyak pihak setuju, salah satunya PDIP.

Menurut Edison Siahaan, sejatinya jalur khusus dan permanen bagi sepeda kuranglah cocok di negeri yang beriklim tropis. Apalagi jumlah sepeda yang melintasinya belum sebanding dengan biaya untuk menyiapkan fasilitas dan perawatan jalur khusus itu..

Bersepeda bagi masyarakat perkotaan seperti Jakarta cenderung masih sebagai life style, bukan transportasi. Maka kalau mau bikin jalur sepeda rute areanya harus diarahkan ke wilayah khusus yang tidak bersinggungan dengan jalur lalu lintas ramai dan padat seperti jalan protokol Jakarta.

Baca Juga:  ITW: Jadikan Aksi Demo Taksi Online Momentum Pemerintah Jelaskan Permenhub 108/2017

“Atas dasar itulah kita menilai penyediaan jalur sepeda permanen itu tidak diawali dengan penelitian yang komprehensif sehingga hasilnys tidak memberikan efek positif bagi pengguna jalan. Agar tidak memicu permasalahan baru, sebaiknya jalur sepeda itu ditiadakan dengan segala konsekuensinya,” kata Edison kepada beritapagi.co.id di Jakarta, Jumat.

ITW juga menyarankan agar pemerintah lebih fokus untuk menyediakan transportasi umum atau massal yang terintegrasi ke seluruh pelosok dan terjangkau secara ekonomi masyarakat penggunanya.

Baca Juga:  ITW Usul Perluasan Genap Ganjil Jadi Pembatasan Penjualan Kendaraan Bermotor

Artinya masyarakat Ibukota dan kota-kota besar lainnya di Indonesia jangsn lagi bertanya sampai jam berapa angkutan umum beroperasi. Pemerintah tidak boleh membiarkan jantung kota terus berdenyut 24 jam tanpa angkutan umum. (*)

Jangan Lewatkan
Komentar Anda
Loading...