Ultimate magazine theme for WordPress.

“Pelanggaran Perizinan Lingkungan Hidup Itu Adalah Kejahatan”

Kuasa penggugat Turiman SH, dan Yuliusman SH (BP/IST)

Palembang, BP- Sidang  ke lima gugatan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) penimbunan rawa sawah di Keramasan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan (Sumsel) di PTUN Palembang berlanjut, Selasa (15/6).

Diwakili oleh kuasa penggugat Turiman SH, dan Yuliusman SH , persidangan memasuki tahapan penyajian bukti- bukti gugatan oleh para pihak kepada majelis hakim.

 Menurut Turiman , lingkungan hidup yang baik dan sehat merupakan hak asasi manusia sebagaimana diatur dalam Pasal 28 H UUD 1945, selanjutnya  hari ini ditengah penurunan kualitas lingkungan hidup akibat pemanasan global dan maraksnya ekploitasi sumber daya alam baik untuk industri maupun pembangunan, semakin mengancam kehidupan manusia dan mahkluk hidup.

“Untuk itu secara tegas dan limitatif negara dalam UU 32/2009 tentang PPLH  mengamanatkan perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup dilaksanakan berdasarkan asas utama yakni tanggung jawab negara, salah satunya adalah kuasa yang dimiliki dalam intrumen pencegahan kerusakan dan pencemaran berupa izin lingkunga, yang hari  salah satunya yang kita gugat,” katanya, Jumat(18/6).

Baca:  Sidang Lapangan Gugatan Izin Penimbunan Keramasan, Pihak Tergugat Tak Hadir

Berikutnya menurut Yuliusman, ada beberapa kesalahan mendasar baik secara subtansif dan prosedural dalam proses pembuatan dan penerbitan izin lingkungan kawasan keramasan terpadu yang akan digunakan sebegai Kawasan Perkantoran Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan.

        “Untuk itu kami melalui gugatan ini mengingatkan kepada semua para pihak baik itu penerbit izin lingkungann yang dikeluarkan oleh   Pemkot Palembang maupun pemerakarsa dalam hal ini diwakili oleh Dinas Perkim Pemprov Sumsel untuk melakukan perubahan dan perbaikan pembuatan dan penerbitan izin,” katanya.

Baca:  Gugatan Izin Penimbunan Keramasan Ditolak KAPL Ajukan Banding

Dan persidangan kemarin menurutnya sudah memasuki pembuktian surat dari para pihak.

“Kami meminta dukungan dan doa agar ikhtiar kami membuahkan hasil yang positif, karena masalah lingkungan hidup merupakan masalah kita bersama dan kepentingan bersama,” katanya.

Dalam kasus ini  pihaknya selaku penggugat menurutnya mengharapkan adanya perbaikan dan kepatuhan terhadap tata kelola  lingkungan hidup di Sumatera Selatan yang selama ini banyak di langgar bukan karena ketidak tahuan tapi lebih banyak dilakukan karena adanya sikap korup di lembaga terkait soal perizinan dan masih rendahnya kesadaran semua pihak terhadap pentingnya kelestarian lingkungan hidup.

Baca:  Izin Lingkungan Penimbunan Rawa Kramasan Disoal

Dia mengajak semua pihak untuk bersama sama mengawal proses PTUN yang  sedang  berjalan, dimana jika pihaknya menang  akan menjadi salah satu yurisprudensi kasus lingkungan hidup di Sumatera Selatan yang banyak diendapkan karena kurangnya informasi, dan akan menjadi acuan para penggiat lingkungan hidup dalam mengadvokasi kasus lingkungan hidup serta menjadi warning bagi semua pihak untuk tidak semena mena dalam  melakukan pembangunan dan pengurusan perzinan.#osk

Jangan Lewatkan
Komentar Anda
Loading...