Kisah Spiritual Seorang Paul Pogba

31

Siapa yang tak kenal pemain tengah asal Prancis yang satu ini. Menjadi seorang muslim membuat gelandang serang Manchester United, Paul Pogba merasakan kedamaian yang hakiki. Pogba mengaku kehidupannya saat ini berjalan dengan baik.

Dikutip dari The Times. Pemain asal Prancis ini menjelaskan baru mulai tertarik mendalami ajaran agama Islam setelah dirinya dewasa.
Meski sang ibu Islam yang taat, ketiga anaknya tidak dibesarkan secara konservatif, dalam konteks agama. Mereka diberi kebebasan, dengan batas-batas tertentu yang membuat mereka tak tertekan.

Paul Pogba mulai tertarik pada agama Islam dan memperdalam keyakinannya justru bukan lewat sang ibunda. Lingkungan yang membuat Pogba tumbuh sebagai penganut muslim yang taat, menjalankan ajaran yang diturunkan Nabi Muhammad SWT.

Setelah melewati masa-masa sulit saat berusia 20 tahun, ia dengan percaya diri menambatkan pilihannya menjadi seorang muslim yang taat menjalankan ibadah.
“Ini adalah perubahan yang bagus dalam kehidupan saya, karena saya tidak lahir sebagai seorang muslim meskipun ibu saya adalah seorang muslim. Saya tumbuh seperti itu, terima kasih kepada semuanya,” kata Paul Pogba.
Keputusan menjadi seorang mualaf tidak diambilnya secara tiba-tiba. Pogba mengaku banyak berdiskusi dengan teman-temannya. Ia juga rajin melakukan riset tentang Islam.

Baca:  Duel Dua Raksasa Italia Vs Spanyol Bakal Tegang Sejak Menit Awal, Ini Prediksinya

“Semua berawal karena saya punya banyak teman muslim. Kami selalu berbincang. Saya mempertanyakan banyak hal di dalam diri saya, lalu saya memulai melakukan riset. Pernah sekali saya beribadah dengan rekan saya dan saya merasakan sesuatu yang berbeda,” kata pemain yang menjadi incaran Real Madrid dan Juventus tersebut.

Keimanannya semakin meningkat manakala pemain berusia 27 tahun itu melakukan ibadah (umrah) di Makkah, Arab Saudi. Pogba bertamu ke rumah Allah SWT untuk memperdalam perjalanan spiritualnya.
Sejak menjadi seorang mualaf, Pogba merasakan banyak perubahan dalam hidupnya. Pikirannya menjadi lebih terbuka dan membuatnya merasa telah menjadi orang lebih baik dari sebelumnya.

Baca:  Bedah Kekuatan Dua Raksasa Eropa, Prancis VS Jerman

“Saya merasa benar-benar baik. Jiwa saya amat tenang,” tutur Pogba.
Kebanggan Paul Pogba terhadap Islam selalu ia tunjukkan baik di dalam dan di luar lapangan. Hampir di segala perilakunya mencerminkan inspirasi Islam, mulai dari sujud syukur setiap selebrasi, menengadahkan kedua tangan sambil berdoa sebelum bertanding, hingga postingannya dalam media sosial.

Bagi Pogba, Islam merupakan agama yang mengedepankan cinta kasih kepada sesama umat manusia. Ia pun mengakui itu lantaran perjalanan hidupnya yang membuatnya memilih menjadi mualaf.

Baca:  EURO 2020, Spanyol Versus Swedia. Pelatih Spanyol Memandang Tim Swedia Sulit

Maka tak heran bila ia merasa terganggu bila banyak yang mengidentikkan Islam dengan hal negatif, di antaranya Terorisme.
“Islam bukanlah citra yang dilihat semua orang yakni terorisme. Apa yang kami dengar di media sebenarnya adalah sesuatu yang lain. Islam sesuatu yang indah,” ucap pesepak bola berusia 28 tahun ini dilansir dari Dailymail.

“Anda tidak bisa membunuh manusia. Untuk membunuh manusia, itu sesuatu yang gila, jadi saya tidak ingin menempatkan agama di atasnya. Ini bukan Islam dan semua orang tahu itu. Saya tidak akan menjadi satu-satunya yang mengatakan itu,” pungkasnya. #rid