Memanas Lagi, Israel Kembali Luncurkan Bom Ke Kota Gaza Palestina

20

Palembang, BP- Kebahagiaan masyarakat Palestina dengan adanya genjatan senjata antara negara Israel dan Palestina beberapa bulan lalu harus terhenti.

Pasalnya, Israel kembali melanggar perjanjian gencatan senjata tersebut dan melakukan serangan bom ke wilayah jalur kota Gaza Palestina pada Rabu (16/6) dini hari.

Militer Israel mengklaim angkatan udara negara mereka melancarkan serangan udara tersebut dalam rangka membalas balon beramunisi yang dikirim warga ke Israel selatan.
“(Kami) siap untuk semua skenario, termasuk pertempuran baru dalam menghadapi aksi teroris lanjutan yang berasal dari Gaza,” kata salah satu tentara Israel seperti dikutip dari Aljazeera, Kamis (17/6).

Serangan israel tersebut setidaknya membuat satu situs di timur kota selatan Khan Younes, yang dituding basis Hamas, rata dengan tanah.

Namun, hingga saat berita ini dibuat, belum jelas apakah ada korban akibat kejadian ini. Seorang juru bicara Hamas mengatakan bahwa Palestina akan melawan dengan berani.

“Kami akan membela hak-hak mereka dan situs suci di Yerusalem,” katanya seperti dikutip dari Reuters.

Serangan udara ini menandai gejolak besar pertama antara Israel dan Gaza sejak gencatan senjata pada 21 Mei 2021 lalu.

Genjatan senjata yang dilakukan mengakhiri serangan 11 hari Israel di wilayah tersebut yang telah menewaskan 256 warga Palestina dan 12 warga Israel.

Selain itu, serangan ini juga merupakan serangan pertama yang dilakukan Israel di bawah pemerintahan baru Perdana Menteri Naftali Bennett.

Naftali Bennett mengalahkan Benjamin Netanyahu, yang telah berkuasa 12 tahun, dalam pemilihan di parlemen Israel pada Minggu (13/6).

Perlu diketahui, Bennett merupakan sosok yang dikatakan menentang kemerdekaan Palestina.

Ia sangat mendukung pemukiman Yahudi di Tepi Barat yang diduduki dan Yerusalem timur. Sebelumnya, terpilihnya Bennnett telah membuat perayaan besar-besaran warga Israel nasionalis sayap kanan Israel dan kelompok pro-pemukim melalui Yerusalem Timur yang diduduki. Pawai itu dinilai Hamas provokatif.

Tak hanya itu sebelum pawai dilaksanakan, polisi Israel secara paksa memindahkan puluhan warga Palestina dari luar Gerbang Kota Tua Damaskus.

Sedikitnya 17 warga Palestina ditangkap dan 33 lainnya terluka saat polisi Israel menembakkan granat kejut di daerah sekitar Gerbang Damaskus.

Kemudian, ratusan ultranasionalis Yahudi yang berpartisipasi dalam pawai terdengar meneriakkan “Matilah orang Arab” dalam bahasa Ibrani.

Dalam nyanyian anti-Palestina lainnya, mereka berteriak “Semoga desamu terbakar” kepada masyarakat Palestina. Sehari setelahnya, pada Selasa, ratusan warga Palestina di Gaza melakukan protes, termasuk memperingati pendudukan Israel tahun 1967 di bagian timur kota.

Unjuk rasa itu terjadi ketika ketegangan tetap tinggi atas rencana pemindahan paksa Israel terhadap keluarga Palestina dari lingkungan Sheikh Jarrah.

Penangkapan ini dibalas Hamas dengan melemparkan balon amunisi ke ladang Israel. Ini kemudian dibalas dengan serangan udara pada Rabu dini hari. #osk/net