Internet Sehat Untuk Anak Cerdas Harus Ditemani Orang Tua

68

Suasana Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 wilayah Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel) dengan tema “Penggunaan Internet Positif dan Sehat untuk Anak”, Kamis (17/6).(BP/IST)

Palembang, BP- Penggunaan gawai pada anak merujuk pada penelitian yang ada, menunjukkan adanya perbedaan waktu penggunaan gawai untuk setiap kategori umur adalah berbeda-beda. Hal ini juga menjadi catatan bahwa penggunaan internet harus ditemani oleh orang tua.

“Adapun internet positif dan aman adalah aktivitas online yang dilakukan dengan baik dan beretika serta disesuaikan dengan kebutuhan pengguna, serta sesuai dengan umur dan profesi,” ungkap Reno Intan SSos MPsi T, seorang dosen dan akademisi dalam pemaparannya di hadapan 252 peserta Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 wilayah Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel) dengan tema “Penggunaan Internet Positif dan Sehat untuk Anak”, Kamis (17/6).

Reno menguraikan, internet sehat untuk anak dapat dilakukan dengan beberapa langkah di antaranya disiplin dalam penggunaan gawai, jadilah panutan yang baik, kemudian awasi dan dampingi penggunaan gawai pada anak.

“Langkah lainnya, orang tua dapat memberikan kegiatan alternatif pada anak sehingga hari-harinya tidak didominasi oleh penggunaan gawai,” tukas dia.

Pemateri kedua yaitu Ika Meilani SSi, Kepala Seksi (Kasi) Sumber Daya Komunikasi Publik dan Akses Informasi, dengan tema ‘Internet Sehat untuk Anak Cerdas’ membeberkan, internet seperti pedang bermata dua, apabila digunakan dengan bijak akan bermanfaat untuk kehidupan kita.

Namun sambung Ika, apabila digunakan dengan tidak bertanggung jawab justru akan merusak hidup kita. Cyberbullying merupakan salah satu dampak buruk penggunaan internet yang kurang bijak. Hal ini sering dilakukan namun tidak disadari karena dianggap biasa.

Baca:  Membangun Peran Komunitas Akademik Dalam Pendidikan di Era Digital

“Dampak dari cyberbullying adalah sakit, depresi, isolasi, dan marah kepada diri sendiri atau lingkungan. Kita sebaiknya memperhatikan apa yang dikonsumsi oleh anak di internet dan selalu aware terkait perubahan-perubahan kecil yang terjadi pada perilaku mereka,” cetus dia.

Kemudian sebagai pemateri ketiga yaitu Firmansyah MKom dengan paparan bertema ‘Peran Orang Tua Memberikan Ajaran tentang Keamanan Menggunakan Internet’ mengemukakan, perlunya menyamakan persepsi antara orang tua dan anak terkait bagaimana penggunaan internet yang baik.

Menurut dosen Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer (STMIK) MBC Palembang ini, orang tua juga perlu memberikan contoh tentang apa yang telah disepakati terkait penggunaan internet yang baik.

“Hal ini karena anak sifatnya melihat apa yang boleh atau tidak untuk dilakukan termasuk dalam hal penggunaan internet yang baik,” ulasnya.

Sementara itu, Ketua Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Kota Palembang Ahmad Romi Afriansyah SAg MA sebagai pemateri keempat menyampaikan pemaparan singkat bertema ‘Peran Orang Tua dalam Memberikan Ajaran Penggunaan Internet’.

“Penggunaan internet wajar saja, selama orang tua peduli terkait apa yang dikonsumsi dan digunakan oleh anak terkait internet. Jangan sampai penggunaan internet oleh anak seakan lepas kendali, tanpa kontrol orang tua, karena akan berakibat buruk bagi anak dan masa depannya,” tandasnya.

Usai pemaparan yang disampaikan masing-masing pemateri dilanjutkan sesi tanya jawab dengan tetap dipandu moderator Guntur Eka, seorang peserta webinar atas nama Dewi Rosanti mengajukan pertanyaan yang dialamatkan kepada pemateri ke-4 Ahmad Romi Afriansyah. Dewi menanyakan, bagaimana terkait adanya tren anak-anak yang mencari uang dari aplikasi Youtube atau Tiktok, apakah termasuk eksploitasi anak?

Baca:  Mengglobal di Era Digital Selama Pandemi Covid-19

Atas pertanyaan ini, Romi berpendapat, perlu dilihat terkait konten yang dibuat, jika memang masih mendidik dan bermanfaat tentu masih bisa dimaklumi. Terkait adanya uang masih perlu ditelusuri otoritas mana yang bertanggung jawab atas hal tersebut.

Lantas terkait pertanyaan dari Oktavianus Teodora, bagaimana mengarahkan generasi muda dapat kreatif menggunakan media digital. Pemateri yang dituju,  Reno Intan menguraikan, kita harus menyadari apa fungsi utama dari media yang kita gunakan saat ini.

“Sehingga kita bisa lebih mengoptimalkan potensi tersebut yang bisa kita sesuaikan dengan minat kita,”  sebut Reno.

Lantas atas pertanyaan dari Ika Wulandari yakni bagaimana mengatur waktu dan batasan untuk menggunakan internet. Pemateri kedua Ika Meilani dengan lugas menjelaskan, langkah pertama adalah sadar akan kelebihan waktu menggunakan internet. Langkah kedua, harus menentukan prioritas mana yang harus didahulukan. Langkah ketiga, adalah displin terkait prioritas yang telah ditentukan.

Terakhir, pertanyaan dari Beni Brahara yang mempersoalkan bagaimana kita menyikapi strategi perusahaan besar semisal Facebook, Amazon dan lain-lain yang menggunakan kita sebagai market pasar mereka. Pemateri ke-3 Firmansyah berpendapat, pentingnya sikap memilah dan memilih terkait perlu atau tidaknya produk tersebut, namun jika terkait anak-anak maka pendampingan orang tua sangat diperlukan.

Baca:  Membangun Peran Komunitas Akademik Dalam Pendidikan di Era Digital

Sebelumnya, di awal pembuka Webinar Literasi Digital keenam wilayah Palembang, Sumsel, Kamis (17/6) kemarin, seperti biasa dibuka dengan menayangkan video keynote speech dari Semuel Abrijani Pangerapan, Direktur Jenderal (Dirjen) Aplikasi Informatika Aptika) Kementrian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia (Kominfo RI).

Setelah disapa pemandu acara Guntur Eka, Key Opinion Leader (KOL) yaitu Andromeda Mercury, presenter stasiun televisi swasta nasional yang juga Konten Kreator menyampaikan sedikit pengantar mengulas secara ringkas maksud dari webinar kemarin yang mengambil topik “Internet Sehat untuk Anak Cerdas”.

Menurut jurnalis kelahiran Salatiga, 18 Mei 1988 ini, dunia tidak pernah lepas dengan sosial media. Hanya bagaimana kita memanfaatkan sosial media dengan baik.

“Untuk mencapai internet sehat kita harus secara sadar dan bijak menggunakan, jangan hanya mengejar eksistensi. Jadi dalam kesempatan ini, manfaatkan kesempatan untuk mendapatkan ilmu sebanyak-banyaknya. Menjadi eksis di internet itu sah-sah saja, namun tetap bijak dalam menggunakan internet itu juga penting,” pungkas Andromeda yang wawancara eksklusif Presiden Joko Widodo.

Dibincangi usai webinar, Suryati Ali selaku Runner Literasi Digital wilayah Palembang Sumsel menyebutkan, webinar yang keenam kemarin diikuti 252 orang peserta dari kalangan orang tua dan masyarakat. Selanjutnya untuk webinar ketujuh bakal diselenggarakan hari ini, Jumat 18 Juni 2021 dengan tema “Tantangan dan Inovasi Pemerintah Daerah di Era Digital” yang rencananya menghadirkan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Palembang Ratu Dewa.#osk