Pembangunan Pelabuhan Tanjung Carat Bakal Segera Dimulai

15

Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel)  MF Ridho(BP/DUDY OSKANDAR)

Palembang, BP- Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel)  MF Ridho mengatakan, pembangunan pelabuhan Tanjung Carat sudah dapat dipastikan sudah jadi agenda nasional kedepan.

“Kita dapat informasi untuk penganggaran itu, merupakan hasil rakor komisi V DPR, dan sudah memastikan pembangunan pelabuhan Tanjung Carat akan dimulai pada akhir tahun ini, dengan anggaran sekitar Rp 2,7 trilun mendekati Rp 3 triliun,” katanya, Rabu (16/6).

Diterangkan Ridho, pagu anggaran dari APBN itu nantinya untuk memulai pekerjaan, dan ditargetkan pada 2023 atau sebelum 2024 selesai.

Dia katakan dengan adanya pelabuhan itu pasti sangat bedampak pada ekonomi, khususnya ekspor hasil komoditas di Sumsel.

Baca:  Sisa Utang Provinsi ke Kabupaten/Kota Tinggal Rp1,2 Triliun

Sumsel banyak sumber daya alam hasil perkebunan yang diekspor keluar, dengan adanya pelabuhan maka maka terbuka akses ekspor langsung dan tidak tergantung tempat atau pelabuhan lain.

“Tapi kalau belum ada pelabuhan ini, maka harus transit dulu kenegaraan lain sehingga biaya menjadi meningkat karena menggunakan jasa dan transportasi pihak lain,” kata  Ridho, seraya menambahkan nantinya beberapa pekerjaan menggunakan APBD Sumsel dalam mendukungnya.

Sebelumnya, Pemprov Sumsel menyakini Pelabuhan Tanjung Carat bakal menjadi daya tarik bagi investor karena daerah ini menjadi penghasil sejumlah komoditas ekspor.

Kepala Biro Perekonomian Pemprov Sumsel Afrian Joni di Palembang, Selasa (15/6), mengatakan, pemerintah provinsi (pemprov) terus mendorong pembangunan Pelabuhan Tanjung Carat  yang ditargetkan ground breaking pada akhir  2021.

Baca:  Rapat Paripurna DPRD Sumsel Sempat Memanas, Dua Anggota DPRD Sumsel Saling Interupsi

Pembangunan pelabuhan ini sudah mendapatkan lampu hijau dari pemerintah pusat yang akan mengucurkan dana sekitar Rp300 miliar pada tahun ini.

Hadirnya pelabuhan ini nantinya diharapkan dapat menjadi daya ungkit perekonomian Sumsel sehingga daerah tidak lagi sebatas menjadi eksportir bahan mentah tapi juga sudah menjadi eksportir barang setengah jadi dan barang jadi.

Dengan infrastruktur ini maka nilai ekspor Sumsel akan terus meningkat, yang sama artinya dengan peningkatan pertumbuhan ekonomi.

Baca:  Sengketa Pulau Kemaro Akan Dibahas di Komisi I DPRD Sumsel Usai Lebaran

“Selain itu investor diyakini akan berani masuk ke Sumsel, apalagi bakal diintegrasikan dengan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK),” katanya.

Sementara itu, Gubernur Sumsel Herman Deru mengatakan Pemprov terus mengawal realisasi proyek Pelabuhan Tanjung Carat ini.

Koordinasi terus dilakukan antara pemprov dan pemerintah pusat agar target yang diberikan Presiden Jokowi itu dapat terlaksana.

“Tentunya kami (pemprov) kawal terus, yang mana ada kendala selalu diupayakan agar ditemukan solusinya,” katanya.

Terkait persiapan untuk pembangunan proyek tersebut, ia mengatakan Sumsel sudah memastikan bahwa areal seluas 461 hektare yang diproyeksikan menjadi lokasi pelabuhan itu clear and clean.#osk