Warga Permasalahkan Pergantian  Nama Jalan Talang Bayung Secara Sepihak

16

Palembang, BP- Perubahan nama jalan secara sepihak di Sungai Rengit, Kecamatan Talang Kelapa, Kabupaten Banyuasin oleh sebuah Yayasan di protes warga setempat.

Persoalannya nama jalan yang sebelumnya Jalan Talang Bayung diubah secara sepihak menjadi Jalan Budi Dharma. Padahal status jalan tersebut adalah jalan desa.

Warga mengeluhkan perubahan nama jalan tersebut karena akan menghilangkan nilai historis yang sudah ada sejak lama. Bahkan pemakaman muslim yang melintasi jalan tersebut dinamai Tempat Pemakaman Umum (TPU) Rimba Bayung untuk memperkuat nilai historis tempat tersebut.

“Walaupun jalan ini dicor oleh Yayasan Budi Dharma namun jalan ini sudah ada jauh sebelum pemakaman tionghoa ini ada dan namanya Jalan Talang Bayung, jadi jangan mengubah nama jalan secara sepihak,” kata salah satu warga yang namanya tidak mau disebutkan, Minggu (13/6).

Menurutnya, kalau yang diberikan nama adalah jalan baru yang ada di lokasi pemakaman tidak menjadi masalah, tetapi jangan jalan lama yang sudah ada berpuluh-puluh tahun lalu. Ditambah lagi prasasti yang dipasang diletakan di pintu gerbang Simpang Bayung, hal itu memperkuat klaim pihak yayasan bahwa seluruh jalan itu diganti namanya.

Warga lain bernama Mat Lan mengingatkan pihak yayasan agar segera membuat klarifikasi atas perubahan nama jalan tersebut dan memindahkan prasasti yang sudah dipasang di Simpang Bayung.

Sebelumnya, Kapolda Sumsel Irjen. Pol. Prof. Dr. Eko Indra Heri S MM Selasa( 1/12) telah meresmikan jalan yang telah dicor oleh Yayasan Budi Dharma mengarah ke komplek pemakanan Tionghoa yang ada di Sungai Rengit. Pembangunan jalan sepanjang 3,8 km tersebut menghabiskan dana sekitar Rp 3,5 milyar. Beberapa perusahaan yang melintasi jalan tersebut juga ikut berpartisipasi seperti PT. Satwa Indo Perkasa dan beberapa perkebunan sawit.#osk