Membangun Peran Komunitas Akademik Dalam Pendidikan di Era Digital

209

Suasana Webinar gratis dengan tema “Peran Komunitas Akademik Dalam Pendidikan di Era Digital”, Sabtu (12/6)(BP/IST)

Palembang, BP-_Era digitalisasi saat ini mengharuskan manusia untuk beralih dan lebih dekat dengan online, terlebih selama pandemi Covid-19, literasi digital menuntut semua pengguna untuk memanfaatkannya dengan baik. Contohnya, usaha bisa menggunakan online, belajar hingga apapun aktifitas dapat dilaksanakan melalui digital.

Untuk itu, Kementerian Komunikasi dan Informatika RI berkerjasama dengan Pemerintah Kota Palembang Propinsi Sumatera Selatan (Sumsel) menggelar Webinar gratis dengan tema “Peran Komunitas Akademik Dalam Pendidikan di Era Digital”, Sabtu (12/6).

Webinar ini menghadirkan narasumber yang kompeten dibidang
Akademisi, Peneliti Literasi Media dan Budaya Digital, Praktisi Komunikasi Digital, akademisi dan diikuti 367 peserta dengan Keynote Speech Samuel A. Pangerapan dari Dirjen Aptika Kementrian Kominfo.

Sedangkan nara sumber Drs. H. Riza Fahlevi, M.M. sebagai Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) diwakili oleh Parmin, S. Pd. M. M. selaku Kasi Kurikulum SMA, , Dr (cand) Fakhrur Rozi, S.I.Kom., M.I.Kom sebagai Akademisi, Peneliti Literasi Media dan Budaya Digital, Tengku Adri Muslim sebagai Praktisi Komunikasi Digital, Prof. Ir. H. Muhammad Said, M.Sc, Ph.D sebagai Wakil Rektor IV Universitas Sriwijaya dan Ryllian Chandra Eka Viana , M.A – Dosen Ilmu Politik Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang.

Juga menghadirkan Key Opinion Leader Tomi Ristanto @tomrist – MC/Moderator (Debat Capres-Cawapres 2019) dengan moderator Avicenna.

Acara dimulai pada pukul 09.05 yang dibuka oleh moderator yaitu Avicenna, lalu dilanjutkan dengan menayangkan tayangan Indonesia Raya. Setelah menayangkan Indonesia Raya selesai, dilanjutkan dengan menayangkan video keynote speech Samuel A. Pangerapan – Dirjen Aptika Kementrian Kominfo.
Dilanjutkan key opinion leader yaitu Tomi Ristanto@tomrist – MC/Moderator (Debat Capres-Cawapres 2019) yang menjelaskan dunia tidak pernah lepas dengan sosial media. Hanya bagaimana kita memanfaatkan sosial media dengan baik.
“Selain itu, kita dapat memanfaatkan media digital untuk menuntut ilmu lebih banyak karena jarak bukan halangan lagi di era seperti saat ini,” katanya.

Baca:  Mengglobal di Era Digital Selama Pandemi Covid-19

Sedangkan Kadisdik Provinsi Sumsel yang diwakili oleh Parmin, S. Pd. M. M. selaku Kasi Kurikulum SMA mengatakan, permohonan maaf karena Kadisdik Provinsi Sumsel tidak dapat bergabung karena ada kegiatan yang tidak bisa ditinggalkan.

“Apresiasi kepada narasumber yang telah hadir. Agar kegiatan ini dapat memberi dampak pada guru dan siswa kita. Kami berharap kegiatan ini dapat terus berlanjut tidak hanya pada seri webinar namun melangkah ke seri workshop agar literasi digital dapat menjadi kebiasaan dalam setiap langkah kehidupan kita,” katanya.
Dilanjutkan nara sumber Dr (cand) Fakhrur Rozi, S.I.Kom., M.I.Kom – Akademisi, Peneliti Literasi Media dan Budaya Digital, dengan tema “Literasi Digital Komunitas Akademik” yang menjelaskan Pandemi covid-19 mempercepat transformasi digital.

“ Tantangan pada dunia akademik adalah bagaimana kita bersinergi dengan transformasi digital. Banyak aplikasi pembelajaran yang dapat dimanfaatkan dalam kondisi pandemi seperti saat ini misalnya, Zoom Meeting, Google Meet, Classroom. Terkait bahan ajar, para guru atau dosen dapat memanfaatkan beberapa website penyedia seperti google cendekia dengan memasukan kata-kata terkait,” katanya.

Baca:  Internet Sehat Untuk Anak Cerdas Harus Ditemani Orang Tua

Sedangkan nara sumber Tengku Adri Muslim – Praktisi Komunikasi Digital, dengan tema “Pengaruh Transformasi Digital Bagi Komunitas Akademik” menjelaskan proses transformasi digital sejatinya sudah masuk mulai awal tahun 1990 ketika pencatatan berubah dari pencatatan secara manual menjadi pencatatan secara digital ketika komputer mulai masuk.
“Namun memang tidak semua dapat langsung menerima proses transfomasi digital ini. Sebelum pandemi kampus belum dapat melakukan kegiatan pembelajaran secara online, namun pasca pandemi justru didorong untuk melakukan pembelajaran secara online,” katanya.

Nara sumber Prof. Ir. H. Muhammad Said, M.Sc, Ph.D – Wakil Rektor IV Universitas Sriwijaya, dengan tema “Pendidikan di Era Digital“ mengatakan , era digital memudahkan proses pengajaran, penelitian, pengabdian kepada masyarakat dan kerjasama.
“Penggunaan sistem digital lebih efisien bila dibandingkan dengan sistem konvensional. Kegiatan seminar atau konferensi dapat dilakukan secara daring tanpa terkendala dengan jarak, lokasi atau biaya. Literasi dikampus yang dilakukan adalah terkait data akademik, data perkantoran dan data perpustakaan,” katanya.

Dan nara sumber terakhir Ryllian Chandra Eka Viana , M.A – Dosen Ilmu Politik Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang, dengan tema “Media Sosial dan Demokrasi” menjelaskan dalam dunia digital, mempunyai perspektif tunggal sangat dihindari. Karena kita perlu mencari sudut pandang lain agar dapat menemukan kebenaran informasi.
“Kegiatan literasi digital ini dengan empat pilarnya telah memberi tambahan pengetahuan agar mahasiswa, dosen serta komunitas akademik lainnya dapat lebih cerdas dan cermat dalam memilah dan memilih infomasi di dunia digital,” katanya.

Baca:  Mengglobal di Era Digital Selama Pandemi Covid-19

Sedangkan Suryati, Runner Literasi Digital wilayah Palembang mengatakan, segmen peserta webinar kali ini adalah Dosen.

“Kita berharap lewat webinar ini dapat memotivasi masyarakat agar semakin melek dan cakap dalam menguasai kemajuan dunia digital,” tukasnya.
Webinar selanjutnya dilaksanakan pada tanggal 17 Juni 2021 dengan tema ” Peran Orang Tua dalam Memberikan Ajaran Keamanan Menggunakan Internet bagi Anak” dan diharapkan masyarakat dapat mengikuti webinar mendatang,” katanya.

Diketahui, Presiden Joko Widodo bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional 20 Mei 2021 yang lalu telah mencanangkan Program Nasional (Prognas) Literasi Digital 2021. Program ini menyasar 34 provinsi dan 514 kabupaten/kota dengan target peserta 1.067.854 peserta dari unsur kementerian/lembaga dan pemerintah daerah, guru dan orangtua, pelajar/mahasiswa, ASN/TNI/POLRI, petani/nelayan/pelaku UMKM, LSM/komunitas, dan masyarakat umum lainnya, termasuk di wilayah Provinsi Sumsel.

Program Nasional Literasi Digital ini merupakan kegiatan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Direktorat Pemberdayaan Informatika, Direktorat Jenderal Aplikasi.
Sumsel dalam Prognas Literasi Digital ini termasuk Regional 4 tergabung bersama Bangka Belitung (Babel), Jambi, Bengkulu, dan Lampung. Kegiatan tersebut akan berlangsung sepanjang Juni sampai Desember 2021. Prognas Literasi Digital dikemas dalam bentuk seminar online (webinar) di wilayah Kota Palembang ini akan melaksanakan sebanyak 103 kali webinar dengan narasumber setiap kegiatan 2 orang narasumber nasional dan 2 narasumber lokal.#osk