Peluang dan Tantangan Bisnis Online di Era Digital Selama Pandemi Covid-19

47

Kementerian Komunikasi dan Informatika RI berkerjasama dengan Pemerintah Kota Palembang Propinsi Sumatera Selatan (Sumsel) menggelar Webinar gratis dengan tema “Peluang dan Tantangan Bisnis Online di Era Digital”, Jumat (11/6).(BP/IST)

Palembang, BP- Era digitalisasi saat ini mengharuskan manusia untuk beralih dan lebih dekat dengan online, terlebih selama pandemi Covid-19, literasi digital menuntut semua pengguna untuk memanfaatkannya dengan baik. Contohnya, usaha bisa menggunakan online, belajar hingga apapun aktifitas dapat dilaksanakan melalui digital.

Untuk itu, Kementerian Komunikasi dan Informatika RI berkerjasama dengan Pemerintah Kota Palembang Propinsi Sumatera Selatan (Sumsel) menggelar Webinar gratis dengan tema “Peluang dan Tantangan Bisnis Online di Era Digital”, Jumat (11/6).

Webinar ini menghadirkan narasumber yang kompeten dibidang UMKM , pendamping UMKM, IKADIN , ekonomi UMKM dan diikuti 262 peserta dengan Keynote Speech Samuel A. Pangerapan dari Dirjen Aptika Kementrian Kominfo.

Sedangkan nara sumber adalah Muhaimin, S.IP., MA selaku Pendamping Sigap UMKM, Dr. Anak Agung Sri Mahyuni, S.E., M.Agb selaku Master Mentor Sigap UMKM, Dr. H.M Akbar Alfaro, B.Bus., M.M selaku Ketua Ikatan Kamar Dagang dan Industri (IKADIN) Kota Palembang, Dr. Tien Yustini, M.Si selaku Dosen dan Akademisi UIGM Palembang.

Juga menghadirkan Key Opinion leader @dinivaldiani – Owner @kasibahhairtonic dengan moderator : Hikmatun Hasanah

Acara dimulai pada pukul 09.05 yang dibuka oleh moderator yaitu Hikmatun Hasanah, lalu dilanjutkan dengan menayangkan tayangan Indonesia Raya. Setelah menayangkan Indonesia Raya selesai, dilanjutkan dengan menayangkan video keynote speech yaitu Samuel A. Pangerapan – Dirjen Aptika Kementrian Kominfo.
Dilanjutkan dengan key opinion leader dari Dini Valdiani@dinivaldiani – Owner @kasibahhairtonic yang menjelaskan penggunaan sosial media telah dia gunakan semenjak mulai berjualan bahkan semenjak dirinya mulai menggunakan media friendster.

“Media sosial yang paling utama digunakan untuk berjualan karena jumlah follower (pengikut) yang cukup banyak. Pengaruh media sosial sangat besar terhadap peningkatan jumlah penjualan produk saya, termasuk dari endorse (sponsor),” katanya.

Dilanjutkan dengan pemaparan materi dari narasumber pertama yaitu Muhaimin, S.IP., MA – Pendamping Sigap UMKM, dengan tema “Kenapa Harus Bisnis Online?.
Menurutnya usaha online harus dilakukan pada masa pandemi seperti saat ini, karena dapat dilakukan oleh siapa saja, bisa dilakukan dimana saja, bisa dimulai dengan modal berapa saja, potensi pasar lebih luas dan peluang keuntungan lebih besar. Jumlah pengguna dan rata-rata waktu penggunaan internet di Indonesia yang sangat besar menjadi peluang yang sangat bagus untuk dimanfaatkan khususnya terkait usaha di dunia digital.

Pemateri kedua yaitu Dr. Anak Agung Sri Mahyuni, S.E., M.Agb – Master Mentor Sigap UMKM, dengan tema “Keamanan Melakukan Transaksi Digital”
Menjelaskan metode pembayaran secara non tunai merupakan pilihan di era digital seperti sekarang. Banyak metode pembayaran yang dapat dilakukan misalnya melalui OVO, GoPay dan DANA. Semua pilihan tersebut mempunyai kelebihan dan kelemahan masing-masing yang dapat diamati dan disesuaikan dengan pilihan konsumen masing-masing.
“Keamanan data pribadi sangat penting di era digital seperti saat ini. Banyak cara yang dapat digunakan untuk menjaga keamanan data pribadi diantaranya dengan membuat kombinasi kata sandi yang sulit ditebak serta menjaga kerahasiaan kata sandi agar tidak mudah ditebak oleh orang lain,” katanya.
Pemeteri ketiga yaitu Dr. H.M Akbar Alfaro, B.Bus., M.M – Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kota Palembang, dengan tema “Menjadi “Smart Preneurship” Telaah Peluang dan Tantangan di Era Digital“.
Menjelaskan peluang bisnis online di Era Digital yang harus diperhatikan adalah kita tidak membutuhkan tempat/etalase.
“Kita tidak perlu khawatir bahwa perusahaan kecil akan menjadi mangsa dari perusahaan besar karena yang terpenting adalah inovasi dan kreatififtas. Digitaliasai memberikan kesempatan bagi semua orang untuk dapat menjadi pebisnis online dengan berbagai peran kolaborasi yang dapat diambil meskipun pelaku usaha tersebut tidak memiliki produk,” katanya.

Menurutnya banyak tantangan yang juga terjadi pada usaha di dunia digital diantaranya, SDM kurang adaftif, Penguasaan alat, Ilmu Pengetahuan, Inovasi dan Regulasi.
Sedangkan pemateri terakhir Dr. Tien Yustini, M.Si – Dosen dan Akademisi UIGM Palembang, dengan tema “Job Trend And Digital Business”.
Menurutnya pada kondisi perdagangan di era digital seperti saat ini, kita seharusnya sudah mulai merubah paradigma dan juga mulai mengubah sikap kita dalam melayani konsumen.
“Hal ini misalnya dengan bersikap ramah dengan pembeli, membalas semua pertanyaan pembeli. Etika dalam dunia digital merupakan prinsip moral terkait bagaimana bersikap khususnya bagaimana kita bersikap dalam menghadapi konsumen di dunia digital. Selain itu, sikap kita dalam menjaga data konsumen merupakan bagian dari etika kita dalam beniaga di dunia digital,” katanya.

Pada sesi tanya jawab, pertanyaan dari Sun Mukti kepada Muhaimin, S.IP., MA, mengenai kisaran dana untuk dapat melakukan strategi yang bapak sampaikan? Dimana dijelaskan kisaran harga harus sesuai dengan perkiraan pengeluaran

Pertanyaan dari Bu Sandra kepada Dr. Anak Agung Sri Mahyuni, S.E., M.Agb, mengenai adakah langkah dari marketplace untuk memilah reseller yang dapat melakukan COD? Dimana dijelaskan untuk saat ini dapat dipertegas terkait aturan dan waktu pelaksanaan COD itu sendiri.

Lalu Pertanyaan dari Putri Rahmawati kepada Dr. H.M Akbar Alfaro, B.Bus., M.M , mengenai bagaimana membangun kepercayaan diri dalam membuka usaha online untuk pemula?
Dimana dijelaskan sebaiknyan kita mempunyai Passion dalam mengerjakan pekerjaan dan bisnis kita. Selalu berusaha untuk inovatif dan kreatif agar menjaga usaha kita dapat tetap bertahan.

Dan pertanyaan dari @goodlife kepada Dr. Tien Yustini, M.Si, mengenai pencerahan terkait tantangan dan hambatan pasar online? Dimana dijelaskan agar menentukan segmen pasar yang akan dituju sehingga produk yang dibuat jelas untuk siapa.

Sedangkan Suryati, Runner Literasi Digital wilayah Palembang mengatakan, segmen peserta webinar kali ini adalah UMKM dan masyarakat umum.

“Kita berharap lewat webinar ini dapat memotivasi masyarakat agar semakin melek dan cakap dalam menguasai kemajuan dunia digital,” tukasnya.

Webinar selanjutnya dilaksanakan pada tanggal 12 Juni 2021 dengan tema “ Peran Komunitas Akademik Dalam Pendidikan di Era Digital”dan diharapkan kalangan mahasiswa dan masyarakat dapat mengikuti webinar mendatang.

Diketahui, Presiden Joko Widodo bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional 20 Mei 2021 yang lalu telah mencanangkan Program Nasional (Prognas) Literasi Digital 2021. Program ini menyasar 34 provinsi dan 514 kabupaten/kota dengan target peserta 1.067.854 peserta dari unsur kementerian/lembaga dan pemerintah daerah, guru dan orangtua, pelajar/mahasiswa, ASN/TNI/POLRI, petani/nelayan/pelaku UMKM, LSM/komunitas, dan masyarakat umum lainnya, termasuk di wilayah Provinsi Sumsel.

Program Nasional Literasi Digital ini merupakan kegiatan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Direktorat Pemberdayaan Informatika, Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika.

Sumsel dalam Prognas Literasi Digital ini termasuk Regional 4 tergabung bersama Bangka Belitung (Babel), Jambi, Bengkulu, dan Lampung. Kegiatan tersebut akan berlangsung sepanjang Juni sampai Desember 2021. Prognas Literasi Digital dikemas dalam bentuk seminar online (webinar) di wilayah Kota Palembang ini akan melaksanakan sebanyak 103 kali webinar dengan narasumber setiap kegiatan 2 orang narasumber nasional dan 2 narasumber lokal.

Kegiatan ini merupakan kegiatan pertama yang dilakukan secara masif dan melibatkan banyak peserta secara online di Palembang.#osk