Pencuri Ponsel Ditangkap

19


Unit III Subdit III Jatanras Polda Sumsel Pimpinan Kompol Junaidi berhasil mengamankan tiga sekawan, AP alias Tompel (17) warga Macan Lindungan, AB (16) warga Kenten Laut dan Wahyu (20) warga Jalan Kebun Sayur , ketiganya pelaku pencuri ponsel  karyawan  rumah makan di kawasan Simpang lampu merah Macan Lindungan Palembang, Selasa (8/6).(BP/IST)

Palembang, BP- Unit III Subdit III Jatanras Polda Sumsel Pimpinan Kompol Junaidi berhasil mengamankan tiga sekawan, AP alias Tompel (17) warga Macan Lindungan, AB (16) warga Kenten Laut dan Wahyu (20) warga Jalan Kebun Sayur , ketiganya pelaku pencuri ponsel  karyawan  rumah makan di kawasan Simpang lampu merah Macan Lindungan Palembang, Selasa (8/6).

 

Kasubdit III Jatanras Polda Sumsel, Kompol Cristopher Panjaitan mengatakan, berdasarkan pemeriksaan hanya ada satu orang yang melakukan aksi pencurian tersebut.

Baca:  Mencuri Dalam Gudang, Dayat Diamankan Polisi

Meski begitu, dua orang lain yang juga diamankan, tetap akan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk pengembangan.

“Untuk dua rekannya nanti akan kita lakukan pengembangan dalam kasus ini,” katanya, Rabu (9/6).

Tersangka  Tompel mengaku tindak pencurian itu dilakukannya dengan cara mencongkel jendela kamar karyawati rumah makan tersebut.

“Saya ketemu parang di pos jaga rumah makan itu. Terus saya ambil buat congkel jendela kamar disana,” katanya, Rabu (9/6)

Baca:  Ibu Satu Anak Nekat Curi Motor Keluarga Sendiri

Setelah berhasil masuk, Tompel  yang juga pernah terlibat tindak kriminal pecah kaca di kawasan lampu merah Macan Lindungan itu, langsung bergegas mengambil handphone milik salah seorang karyawan.

Kemudian ia kembali menyelinap untuk keluar dari tempat tersebut.

“Saya cuma ambil satu handphone saja. Setelah itu langsung pergi,” katanya.

Sementara, Wahyu, salah seorang yang turut diamankan mengatakan dirinya tidak ikut di saat Tompel melakukan aksi pencurian.

Baca:  2 Pencuri Resahkan Warga Alang-Alang Lebar Dapat Hadiah Timah Panas

Wahyu hanya tahu bahwa Tompel meminta ditemani untuk menjual handphone yang ia tidak tahu milik siapa.

Selanjutnya mereka datang menemui AB dan bersama-sama menjual handphone curian itu.

“Saya tidak tahu itu handphone curian. Tompel ngaku handphone itu ketemu di jembatan,” ujar AB.

AB mengatakan, handphone tersebut laku dijual sebesar Rp400 ribu yang kemudian dibagi sama rata.#osk