RKUHP Soal Hewan Ternak Ancam Pemilik Unggas

13

Jakarta, BP- Draf rancangan Kitab Undang-undang Hukum Pidana (RKUHP) mengatur soal hewan ternak, mengancam pemilik unggas yang membiarkan unggasnya masuk ke kebun orang lain yang ditanami benih, dengan denda maksimal Rp 10 juta. Aturan ini juga masih ada di KUHP.⁣

“Setiap orang yang membiarkan unggas yang diternaknya berjalan di kebun atau tanah yang telah ditaburi benih atau tanaman milik orang lain dipidana dengan pidana denda paling banyak kategori II,” demikian bunyi Pasal 278 RUU KUHP, tersebut

Kategori II yaitu denda dengan ancaman maksimal Rp 10 juta. Termasuk dalam delik ini yaitu orang yang membiarkan ternaknya berjalan di kebun, tanah perumputan, tanah yang ditaburi benih atau penanaman, atau tanah yang disiapkan untuk ditaburi benih atau ditanami.⁣

Dihukum juga orang yang jalan-jalan ke pekarangan yang ditanami benih. Pasal 280 berbunyi:⁣

Dipidana dengan pidana denda paling banyak kategori II, setiap orang yang:⁣

a.berjalan atau berkendaraan di atas tanah pembenihan, penanaman, atau yang disiapkan untuk itu yang merupakan milik orang lain; atau⁣
b.tanpa hak berjalan atau berkendaraan di atas tanah yang oleh pemiliknya dilarang Masuk atau sudah diberi larangan masuk dengan jelas.⁣

Pasal di atas sempat ramai dalam demo menolak RUU KUHP pada 2019 silam. Banyak mahasiswa menolak pasal di RUU tersebut dengan terminologi pasal ‘unggas jalan-jalan’. Padahal, KUHP yang berlaku saat ini juga ada pasal ternak tersebut.⁣

Saat menanggapi demo menolak pasal ‘Unggas Jalan-jalan’, Menteri Hukum dan HAM, Yasonna Laoly kaget dengan penolakan pasal ‘Jalan-jalan unggas’ itu. Sebab, selama 75 tahun Indonesia merdeka, tidak ada yang mempermasalahkan pasal ‘Unggas Jalan-jalan. Minggu (6/6).#osk