Mustafa Kamal Dukung Pelestarian Batik dan Tanjak Palembang

29

Anggota DPR RI dari Fraksi PKS H Mustafa Kamal SS mengunjungi Pengrajin Batik dan Tanjak Palembang, Agus Sari Yadin di kediamannya yang juga tempat pembuatan Batik Palembang, Sabtu (6/6) sore didampingi anggota DPRD Kota Palembang M Ridwan Saiman SH MH.(BP/IST)

Palembang, BP– Keberadaan Batik Palembang sudah lama hilang di Palembang, namun kini tradisi Batik Palembang kembali hidup oleh seorang Pengrajin Batik dan Tanjak Palembang, Agus Sari Yadin yang merupakan warga Talang Betutu Komplek Griya Duta Lestari Palembang telah menekuni dunia membatik Palembang pada tahun 2017 lalu dan mendirikan Rumah Batik Palembang.

Hal ini membuat Anggota DPR RI dari Fraksi PKS H Mustafa Kamal SS mengunjungi Pengrajin Batik dan Tanjak Palembang, Agus Sari Yadin di kediamannya yang juga tempat pembuatan Batik Palembang, Sabtu (6/6) sore didampingi anggota DPRD Kota Palembang M Ridwan Saiman SH MH.

Mustafa Kamal mengaku dirinya mendukung upaya pelestarian Batik dan Tanjak Palembang tersebut.

Menurutnya sangat baik jika warga Palembang bisa ikut melestarikan Batik dan Tanjak Palembang ini

“Saya setuju di Palembang itu dalam satu hari kerja itu menggunakan Batik Palembang ,” kata anggota Komisi X DPR RI dan Wakil Ketua I Fraksi PKS MPR RI ini.

Baca:  Untuk Pertama Kali Pelatihan Tanjak Dan Gandik di Gelar dalam Festival Palembang Darussalam

Apalagi dia melihat Batik dan Tanjak Palembang bisa menjadi memicu dalam membangkitkan UMKM Indoensia saat ini sehingga dia menilai perlu adanya upaya –upaya dari pemerintah dalam mendukung usaha-usaha seperti Batik dan Tanjak Palembang ini terutama yang di jalani Agus ini.

Malah, Mustafa berkeinginan saat ada acara di Badan Ekonomi Kreatif nanti akan ada toturial pembuatan Tanjak Palembang dan langsung lombakan dan dirinya langsung menilai.

Mustafa sendiri sempat membeli Tanjak buatan Agus dan meminta Agus mendesain Tanjak Palembang dengan warna dan desain lambang khas PKS.

Sedangkan Ridwan Saiman mengaku usaha Batik dan Tanjak Palembang ini akan dia masukkan dalam point pandangan umum di DPRD Palembang, Senin (7/6).

Baca:  Disbud Palembang Lirik Tanjak Batik Karya Agus Sari Yadin

“Kita minta Pemerintah Kota Palembang memfasilitasi dan mengembangkan Batik Palembang ini,” katanya.

Agus Sari Yadin , mengaku mempelajari membatik saat mengikuti kelas membatik di Balai Besar Batik Indonesia , Yogyakarta tahu 2012- 2014 dan memiliki sertifikat, kemudian pulang ke Palembang dan menerapkan ilmu membatiknya tersebut.

“Kain batik khas Palembang berbeda dari motif batik dari Pulau Jawa yang biasanya ditemui di pasaran. Ciri-ciri kain batik motif khas Palembang adalah berbentuk bintang Palembang, Pucuk Rebung, Motif Kembang dan bunga tabur, titik tujuh, dan titik sembilan,”kata Agus.
Awalnya Agus mengaku hanya membatik dengan motif ciri khas Palembang, juga menerima pesanan kain batik bagi pegawai di beberapa daerah di Sumsel.

Kemudian setelah mengetahui Tanjak Palembang diresmikan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) RI.
Agus mulai mempelajari Seni Lipat Tanjak bersama Kemas Ari Panji yang merupakan seorang sejarawan Palembang, cara melipat dan motif serta bentuk-bentuk tanjak dengan kain khusus yang berbeda dari kain biasanya.

Baca:  SMB IV Dorong Motif Batik Palembang Baik Lama Maupun Baru Dipatenkan

Berbekal pengetahuan dari sejarawan Kota Palembang tersebut, dia melestarikan kembali batik Palembang untuk dijadikan tanjak dan kain dasar pakaian.

Menurut Agus, biasanya orang mengenal tanjak terbuat dari kain songket. Padahal sebenarnya tanjak dapat dibentuk dari kain dasar batik, dengan kreatifitas beragam motif ciri khas Palembang.

“Iya kita selama ini kenal kalau tanjak itu dari kain songket, tapi kita ingin mengenalkan bahwa tanjak dengan motif batik juga sangat menarik,” katanya.#osk