Hadapi Pandemi Covid-19, Fatayat NU dan Pemprov Sumsel Harus Bersinergi

32

Konfrensi Wilayah (Konferwil) ke X Fatayat Nahdlatul Ulama Sumatera Selatan yang digelar di Arista Hotel, Minggu (6/6).(BP/DUDY OSKANDAR)

Palembang, BP- Gubernur Sumsel diwakili Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah (Sekda) Sumatera Selatan (Sumsel), Dr Akhmad Najib,SH,M.Hum berharap sinergi Fatayat NU dengan Pemprov Sumsel yang sudah terjalin selama ini agar dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan.

Terlebih, menghadapi situasi di masa pandemi Covid-19 ini semua elemen harus bersatu padu dan saling bersinergi satu sama lain.

“Sumsel yang kaya akan sumber daya alam dan sumber daya manusia yang berkualitas termasuk keradaan perempuan-perempuan hebat. Salah satunya yang tergabung dalam Fatayat NU ini punya kekuatan yang sangat luar biasa,” kata Najib saat membuka Konfrensi Wilayah (Konferwil) ke X Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Sumsel yang digelar di Arista Hotel, Minggu (6/6).

Hadir   Ketua PW NU Sumsel  KH Amiruddin Nahrawi M.Pd.I, Margaret Aliyatul Maimunah selaku Sekjen PP Fatayat, Nur Nadlifah selaku Wakil Ketua PP Fatayat, Wakil, Walikota Palembang, Fitrianti Agustinda, Sekda kota Palembang Drs Ratu Dewa , Kakanwil Kemenag Sumsel Drs. Muklisuddin.

Ini menurutnya dibuktikan dengan tingkat pertumbuhan ekonomi Sumsel dibandingkan rata-rata nasional yang tetap tumbuh sebesar 0,38 persen, dibandingkan sejumlah provinsi lain di Indonesia dimana ada yang pertumbuhan ekonominya minus di bawah nol persen.

“Semoga kehadiran Fatayat NU ini akan dapat memberikan warga bagi kehidupan masyarakat di Sumsel yang pada bulan ini genap berusia 75 tahun,” katanya.

Ketua PW NU Sumsel  KH Amiruddin Nahrawi M.Pd.I berharap Fatayat NU Sumsel terus maju dalam perubahan zaman dan mengisi stocholder yang kosong.

Ketua PW Fatayat NU Sumsel demisioner periode 2015-2020, Dra Irma Andarsih,M.Si berharap pada konferensi wilayah ke-10 Provinsi Sumsel akan melahirkan pemimpin baru untuk Fatayat NU Provinsi Sumsel yang bisa membawa kemaslahatan dan bisa membawa perubahan yang lebih baik.

“Fatayat NU se-Sumsel bisa merangkul bisa mengayomi dan bisa mengaplikasi semua ajaran ajaran Ahlussunnah wal Jamaah Annahdliyah khususnya di masyarakat Sumsel karena teramat sangat penting untuk aplikasi dan mengamalkan ajaran ajaran NU di Sumatera Selatan,” katanya.

Diharapkan Fatayat NU Provinsi Sumsel dari PW sampai dengan PC, PAC, dan ranting bisa kompak dan bersinergi untuk sama-sama memajukan NU di Sumsel. “Harapan saya sederhana tapi yang penting kita bisa melaksanakannya sampai dengan lima tahun ke depan,” katanya.

Keberpihakan Fatayat NU menurutnya dalam isu-isu strategis bisa diwujudkan dengan memilih pucuk kepemimpinan yang berpihak terhadap masalah-masalah tersebut.

“Tentunya ke depan, pemimpin Fayat NU harus sosok yang peduli akan isu-isu strategis dan lepas dari intetvensi dari pihak mana pun,” katanya.

Sebelumnya dari ke 4 calon kandidat  Ketua Fatayat Sumsel diantaranya adalah, Fresilia dan Helma Rosa yang mewakili Fatayat Sumsel, sedangkan Hilmiah dan Elvari mewakili PC Palembang dan Linggau.#osk