Gelapkan Setoran Haji, Kacab Agen Tour and Travel Diamankan

40

Tersangka Sukiyanto Pangestu(BP/IST)

Palembang, BP–Satreskrim Unit Pidana Khusus (Pidsus) Polrestabes Palembang mengamankan Sukiyanto Pangestu. Dia menjabat sebagai Kepala Cabang Palembang PT Macro Tour and Travel yang beralamat di Jalan RA Abusamah, Kelurahan Sukajaya, Kecamatan Sukarami, Palembang.

Pelaku diduga melakukan penggelapan uang setoran 73 calon jemaah haji. Dimana uang jemaah tidak disetorkan pelaku ke kantor pusat. Akibatnya, 73 calon jemaah tersebut tidak dapat berangkat haji.

Kapolrestabes Palembang Kombes Pol Irvan Prawira Satya Putra melalui Kasat Reskrim Kompol Tri Wahyudi membenarkan hal tersebut, menurutnya kasus tersebut bermula saat Unit Pidsus menerima laporan dari perusahaan travel umroh, dan setelah melakukan penyelidikan, pendalaman lalu melakukan penangkapan seorang pelaku.

“Benar pelaku inisial S diamankan karena pelaku menggelapkan uang perusahaan travel agen umroh tersebut, ada sekitar 73 jemaah yang mendaftar umroh melalui S tetapi hingga batas waktunya tidak diberangkatkan. Hingga total kerugian perusahaan atas uang yang tidak disetorkan pelaku sebesar Rp 1,8 Milyar,” kata Tri didampingi Kanit Pidsus AKP Iwan Gunawan.

Baca:  Travel Umrah Terbesar di Sumsel Gandeng Klinik Ummat 

Menurutnya pelaku S akan dijerat dengan Pasal 374 KUHP dengan ancaman kurungan penjara paling lama 5 tahun.

“Kami juga mengimbau apabila ada masyarakat atau korban lain yang belum terdata, silahkan menghubungi Unit Pidsus untuk kita data sebagai korban berikutnya. Karena data yang kita ambil sumber dari perusahaan,” katanya.

Selain itu pelaku ini telah melancarkan aksinya sejak November 2018 hingga Maret 2020.

“Untuk proses penyelidikan selanjutnya tetap akan dikembangkan, apakah ada pelaku lainnya yang ikut terlibat, aliran uang nya kemana. Yang jelas kita perlu adanya laporan masyarakat yang memang benar menjadi korban silahkan konfirmasi kepada kita Pidsus. Karena ada 73 jemaah tidak berangkat, sementara uang mereka sudah disetorkan,” katanya.

Baca:  Wong Palembang Naik Haji 1884

Para jemaah tersebut, kata Tri, rata-rata telah menyetorkan uang ke pelaku S sebesar Rp 40 juta. “Pelaku beroperasi mulai tahun 2018-2020, memang ada yang berangkat beberapa orang karena uang disetorkan. Tetapi ada beberapa orang yang selalu dibilang ditunda, setelah didalami pengakuan pelaku digunakan untuk kepentingan pribadinya,” katanya.

“Nanti kita akan ambil keterangan satu persatu jemaah diberangkatkan atau tidak, tetapi data sementara ada 73 jemaah,” katanya.

Baca:  Kedatangan Haji Kloter 12 di Palembang Terlambat Lima Jam

Tersangka Sukiyanto Pangestu mengatakan, bahwa ini efek domino, dari perusahan yang sebelumnya, sehingga ia ambil alih pimpinan.

”Sebenarnya ini efek domino karena pada saat itu terjadi covid, dari sana (mekkah) tutup akhirnya terjadilah kesalahan kesalahan seperti ini karena gagal berangkat,saya bertanggungjawab dan saya pun membuka perusahaan baru,”ungkapnya.
Saya berhasil, lanjut Suki memberangkatkan jamaah haji dan umroh lainnya disitu saya selipkan 4 orang yang sebelumnya belum bisa berangkat (di PT tempat dia bekerja sebelumnya).

“Tapi untuk berapa kerugian dan berapa jumlah yang belum saya berangkatkan saya tidak bawa data,sebenarnya dana dari PT SBL tempat saya bekerja saya alihkan dengan menyelipkan jemaah yang belum berangkat sekitar 2-4 orang,”katanya. #osk