Penodong di Atas Jembatan Ampera Diamankan

25


Penodong yang beraksi di atas Jembatan Ampera Kelurahan 9-10 Ulu Kecamatan Jakabaring Palembang Muhammad Sandi alias Sandi (21) warga bawah jembatan Ampera Kelurahan 9-10 Ulu Kecamatan Jakabaring Palembang berhasil diringkus Satreskrim Unit Pidum dan Tekab 134 Polrestabes Palembang, Kamis (3/6) sekira pukul 23.00.(BP/IST)

Palembang, BP- Penodong yang beraksi di atas Jembatan Ampera Kelurahan 9-10 Ulu Kecamatan Jakabaring Palembang Muhammad Sandi alias Sandi (21) warga bawah jembatan Ampera Kelurahan 9-10 Ulu Kecamatan Jakabaring Palembang berhasil diamankan  Satreskrim Unit Pidum dan Tekab 134 Polrestabes Palembang, Kamis (3/6) sekira pukul 23.00 .

Tersangka  ditangkap usai beraksi menodong korban M Ridwan (19) warga Kelurahan 3 Ilir, Kecamatan IT II Palembang, Rabu (2/6) sekira pukul 21.10.

Pelajar ini ditodong saat melintas di atas Jembatan Ampera Palembang, oleh tersangka Sandi bersama 3 orang tak dikenal mengambil paksa handphone (HP) merek Oppo  A37. Kemudian meninggalkan korban sendirian di tempat kejadian perkara (TKP).

Baca:  Todong Tetangga Pakai Tombak

Kapolrestabes Palembang Kombes Pol Irvan Prawira Satya Putra melalui Kasat Reskrim Kompol Tri Wahyudi didampingi Kanit Pidum AKP Robert P Sihombing membenarkan telah mengamankan pelaku 365 KUHP yang terjadi di atas Jembatan Ampera.

“Benar kita sudah amankan satu pelaku, dan kini masih memburu 3 pelaku lainnya. Di himbau kepada pelaku lainnya sebaiknya menyerahkan diri saja, cepat atau lambat akan diringkus dan tidak segan untuk diberikan tindakan tegas terukur,” katanya.

Baca:  Komplotan Penondong Penumpang Speedboat di BKB Palembang Ditembak

Barang bukti diamankan berupa kotak hp merek Oppo. “Setelah di interogasi pelaku mengakui perbuatannya, dan diamankan barang bukti kotak Hp. Untuk pelaku akan diterapkan pasal 365 KUHP ancaman kurungan diatas 5 tahun,” katanya.

Tersangka Sandi mengaku kalau dirinya saat kejadian dari rumah hendak mengamen, lalu tiba di bawah jembatan Ampera bertemu dengan tiga orang tak dikenal.

“Saya dipanggil seorang laki laki tidak saya kenal, mengajak saya minum minuman keras (tuak), lalu saya diminta uang sebesar Rp 13 ribu dan saya kasihkan uang kepadanya lalu lima menit kemudian kami minum tuak,” kata pengamen jalanan ini.

Baca:  Leher Dikalungi Celurit, Mahasiswi Serahkan Handphone

Lalu saat mereka naik ke atas jembatan Ampera lalu melihat korban melintas dan korban langsung di todong.

“Jadi saya langsung mendekati korban, lalu pura pura  mengajak berkenalan dan langsung saya cekik lehernya. Korban saya duduki, lalu datang pelaku lain memukul kepala korban, dan satu pelaku lain mengambil HP korban, lalu kami lari semua,” katanya.#osk