Indonesia Resmi Batalkan Haji 2021, Ini Alasannya!

24

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas (BP/IST)

Jakarta, BP-Pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) memutuskan untuk membatalkan keberangkatan jemaah Indonesia untuk melaksanakan ibadah haji 1442 Hijriah/2021 Masehi.

Hal itu disampaikan oleh Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas dalam konferensi persnya dikantor Kementerian agama Jakarta Pusat. Kamis (3/6/21).

Pembatalan haji tertuang dalam Surat Keputusan Menteri Agama (Menag) Nomor 660 Tahun 2021 tentang Pembatalan Keberangkatan Jemaah Haji pada Penyelenggaraan haji tahun 1442 Hijriah/2021 Masehi.

“Bahwa menunaikan haji adalah wajib bagi umat Islam yang mampu secara ekonomi dan fisik serta terjaminnya kesehatan keselamatan dan keamanan jemaah haji selama berada di embarkasi atau debarkasi di perjalanan di Arab Saudi,” kata Menag Yaqut Cholil Qoumas.

Baca:  Gelapkan Setoran Haji, Kacab Agen Tour and Travel Diamankan

Pemerintah melihat kondisi kesehatan, keselamatan dan keamanan jemaah haji. Sebab, saat ini seluruh negara tengah menghadapi pandemi covid-19 beserta varian barunya.
Selain itu, pemerintah bertanggung jawab menjaga dan melindungi warga negara Indonesia. Baik di dalam maupun di luar negeri, melalui upaya penanggulangan pandemi covid-19.

Yaqut mengatakan, dalam ajaran Islam, menjaga jiwa merupakan salah satu dari ajaran agama. Hal itu jadi dasar pertimbangan utama dalam pembatalan haji.

Menurut Yaqut, pemerintah Arab Saudi belum membuka akses layanan penyelenggaraan ibadah haji. Sementara itu, pemerintah Indonesia membutuhkan ketersediaan waktu untuk melakukan persiapan.

Baca:  Kedatangan Haji Kloter 12 di Palembang Terlambat Lima Jam

“Indonesia membutuhkan ketersediaan waktu yang cukup untuk melakukan persiapan bagi pelayanan jemaah haji,” ucap Yaqut.
Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu juga memastikan keputusan ini sudah mendapatkan persetujuan dari Komisi VIII DPR. Keputusan sudah ditetapkan sejak 3 Juni 2021.

“Mengingat dan seterusnya memutuskan menetapkan Keputusan Menteri Agama tentang Pembatalan Keberangkatan Jemaah Haji pada Penyelenggaraan Ibadah Haji Tahun 1442 Hijriah atau 2021 Masehi,” ujar Yaqut.

Sementara itu pada akun Twitter resmi Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi, 30 Mei 2021, @MOISaudiArabia, pemerintah Arab hanya membolehkan 11 negara yang masuk ke Arab Saudi dan Indonesia tak masuk dalam daftar. Daftar 11 negara yang sudah diizinkan masuk Arab Saudi:

  1. Amerika Serikat
  2. Inggris
  3. Irlandia
  4. Italia
  5. Jepang
  6. Jerman
  7. Prancis
  8. Portugal
  9. Swedia
  10. Swiss
  11. Uni Emirat Arab
Baca:  5 Bulan Lagi CJH Sumsel Masuk Asrama Haji

Sebelumnya Arab Saudi memperketat penerimaan jamaah haji untuk tahun 2021 ini, jamaah yang akan diterima yakni jamaah yang telah mendapatkan suntikan vaksin Covid-19 dari vaksin yang telah menerima Emergency Use Listing Procedure (EUL) dari WHO. Vaksin yang dimaksud adalah Pfizer, Moderna, Johnson & Johnson dan AstraZeneca.

Indonesia saat ini sudah menggunakan AstraZeneca, itupun dalam jumlah terbatas. Sementara vaksin paling banyak yang digunakan di Indonesia, yakni Sinovac.#osk