Penguasaan Iptek dan Teknologi Digital Harus Disertai Penghayatan Pancasila

67

Webinar Literasi Digital dengan tema “Memanfaatkan Trend Aplikasi Media Sosial di Masa Pandemik” yang diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia (Kemkominfo RI) bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang, Rabu (2/6).(BP/IST)

Palembang, BP-  Penguasaan teknologi digital tanpa mengindahkan sistem nilai yang berlaku akan melahirkan sarjana yang bersedia memanipulasikan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek), sehingga pembelajaran iptek haruslah disertai dengan penghayatan sistem nilai bangsa yakni Pancasila.

“Penguasaan iptek yang disertai dengan penghayatan Pancasila akan menghasilkan generasi bangsa yang tangguh, berdaya saing tinggi dan kuat dalam menghadapi persaingan global,” kata Dr LR Retno Susanti MHum, Dosen Sejarah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sriwijaya (Unsri) dalam paparan berjudul “Digital Culture : Literasi Digital dalam Meningkatkan Wawasan Kebangsaan” di hadapan ratusan peserta Webinar Literasi Digital dengan tema “Memanfaatkan Trend Aplikasi Media Sosial di Masa Pandemik” yang diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia (Kemkominfo RI) bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang, Rabu (2/6).

Menurut Retno, perkembangan teknologi dan komunikasi perlu dimanfaatkan dengan baik. Peningkatan wawasan kebangsaan pada warga negara menjadi hal yang sangat penting untuk dilakukan sebagai upaya dalam mencegah dan menanggulangi dampak negatif dari perkembangan zaman. Oleh karena itu penguatan pemahaman wawasan kebangsaan, dapat dilakukan melalui Digital Culture.

“Dengan menggunakan Digital Culture, sangat suatu keniscayaan dapat meningkatkan wawasan kebangsaan kepada generasi penerus bangsa agar dapat bangga mengenal dan melestarikan kebudayaan Indonesia, serta tidak tergempur oleh budaya asing dan diklaim oleh negara lain. Hal ini karena wawasan kebangsaan adalah cara pandang, sikap dan perilaku bangsa Indonesia mengenai dirinya yang memiliki beragam suku bangsa, agama, ras, bahasa dan kondisi lingkungan geografis yang berwujud negara kepulauan, berdasarkan Pancasila dan UUD 1945,” katanya.

Narasumber lainnya yakni Herfriady MA, Dosen Ilmu Komunikasi Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (STISIPOL) Candradimuka Palembang menyampaikan materi berjudul “Digital Safety : Kenali dan Pahami Rekam Jejak di Era Digital”. Kepada para peserta webinar, dia menerangkan bagaimana jejak digital membentuk, mengabadikan gambaran tentang siapa kita di dunia digital yang terkadang bisa detil dari yang kita bayangkan.

“Dengan mengetahui bentuk rekam jejak digital, contoh kasus tentang rekam jejak digital serta memahami bahwa rekam jejak digital sulit dihilangkan, maka diharapkan kita dapat mengembangkan kemampuan kita untuk melindungi diri sendiri dan juga orang lain dalam ranah digital,” katanya.

Selain Retno dan Herfriady, panitia penyelenggara webinar literasi digital ini juga menghadirkan dua narasumber berkompeten lainnya, masing-masing Sekretaris Prodi Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Nasional Nursatyo SSos MSi dengan materi berjudul “Digital Skills : Pentingnya Memiliki Digital Skills di Masa Pandemi Covid-19”, dan Dosen Komunikasi Universitas Pakuan Mariana RA Siregar MIKom membawakan materi berjudul “Digital Ethics : Bijak Sebelum Mengunggah di Media Sosial”.

“Dalam kesempatan perdana ini, setelah secara nasional dibuka oleh Presiden RI Joko Widodo pada 20 Mei yang lalu, untuk wilayah Sumatera Selatan (Sumsel) hari ini (kemarin, Red) dibuka oleh Gubernur Sumsel Herman Deru diwakili Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM), bapak Nelson Firdaus,” kata Suryati, Runner Literasi Digital wilayah Palembang.

Webinar ini sendiri sambung Suryati berlangsung sukses dengan dipandu Rr Vemmi Kesuma Dewi sebagai moderator dan Andromeda Mercury sebagai Key Opinion Leader (KOL). “Segmen peserta webinar perdana untuk wilayah Palembang adalah mahasiswa. Kita berharap lewat webinar ini dapat memotivasi masyarakat agar semakin melek dan cakap dalam menguasai kemajuan dunia digital,” katanya.

Diketahui, Presiden Joko Widodo bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional 20 Mei 2021 yang lalu telah mencanangkan Program Nasional (Prognas) Literasi Digital 2021. Program ini menyasar 34 provinsi dan 514 kabupaten/kota dengan target peserta 1.067.854 peserta dari unsur kementerian/lembaga dan pemerintah daerah, guru dan orangtua, pelajar/mahasiswa, ASN/TNI/POLRI, petani/nelayan/pelaku UMKM, LSM/komunitas, dan masyarakat umum lainnya, termasuk di wilayah Provinsi Sumsel.

Program Nasional Literasi Digital ini merupakan kegiatan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Direktorat Pemberdayaan Informatika, Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika yang dilaksanakan oleh pihak ketiga PT Permata Cendikia Indonesia (PT PCI).

Sumsel dalam Prognas Literasi Digital ini termasuk Regional 4 tergabung bersama Bangka Belitung (Babel), Jambi, Bengkulu, dan Lampung. Kegiatan tersebut akan berlangsung sepanjang Juni sampai Desember 2021. Prognas Literasi Digital dikemas dalam bentuk seminar online (webinar) di wilayah Kota Palembang ini akan melaksanakan sebanyak 103 kali webinar dengan narasumber setiap kegiatan 2 orang narasumber nasional dan 2 narasumber lokal.

Kegiatan ini merupakan kegiatan pertama yang dilakukan secara masif dan melibatkan banyak peserta secara online di Palembang, yang persiapannya PT PCI telah menugaskan panitia lokal di setiap kabupaten/kota yang menjadi sasaran. #osk