Ultimate magazine theme for WordPress.

SMB IV Dorong Motif Batik Palembang Baik Lama Maupun Baru Dipatenkan

Palembang, BP–Keberadaan Batik Palembang sudah lama hilang di Palembang, namun kini tradisi Batik Palembang kembali hidup oleh seorang Pengrajin Batik dan Tanjak Palembang, Agus Sari Yadin yang merupakan warga Talang Betutu Komplek Griya Duta Lestari Palembang  telah  menekuni dunia membatik Palembang pada tahun 2017 lalu dan mendirikan Rumah Batik Palembang. Untuk itu Sultan Palembang Darussalam Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) IV Jaya Wikrama, Raden Muhammad Fauwaz Diradja SH Mkn mendorong agar motif-motif Tanjak Palembang di patenkan agar tidak mudah di klaim pihak lain.

Baca:  SMB IV Ajak Masyarakat Palembang Lestarikan Kuliner Palembang Lama

Menurut Sultan Palembang Darussalam Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) IV Jaya Wikrama, Raden Muhammad Fauwaz Diradja SH Mkn mengatakan, sengaja datang ke Rumah Batik Palembang ingin  ikut serta melestarikan budaya Palembang yaitu  Batik Palembang.

“Kita datang ke Rumah Batik Agus dimana disini adalah mungkin satu-satunya  pembatik yang ada di Palembang yang ternyata melestarikan budaya-budaya yang ada di kita   yang sudah terlupakan , kita dari Kesultanan Palembang Darussalam akan  terus giat untuk melestarikan budaya-budaya yang ada di Palembang Darussalam seperti batik Palembang dahulu dimana tanjak-tanjak kita dibuat  dari batik juga tapi ternyata banyak yang hilang karena pengrajinnya sudah tidak ada,” katanya saat mendatangi Pengrajin Batik dan Tanjak Palembang, Agus Sari Yadin yang merupakan warga Talang Betutu Komplek Griya Duta Lestari Palembang, Selasa (1/6).

Turut hadir  Raden Zainal Abidin Rahman Dato’ Pangeran Puspo Kesumo, R.M.Rasyid Tohir, S.H Dato’ Pangeran Nato Rasyid Tohir, Pangeran Suryo Febri Irwansyah, Pangeran Jayo Syarif Lukman, Pangeran Suryo Kemas A. R. Panji dan Beby  Johan Saimima

Baca:  20 Orang Peserta Antusias Ikuti Pelatihan Aksara Kaganga di Bukit Seguntang

Karena itu pihaknya menggiatkan pengrajin batik Palembang agar bisa survive dan bisa melestarikan adat budaya Palembang .

“Kita sangat mendukung  atas pelestarian batik Palembang ini  oleh Agus, karena tidak ada lagi orang yang melestarikannya, mungkin orang  berpikir  masalah harga dan lain-lain tapi  orang-orang lokal sendiri  ternyata mampu membuat batik yang berkualitas  dan kita jangan hanya berpikir kalau batik itu dari Jawa, memesan di Jawa dan di Palembang juga ada ini berada di Rumah Batik Agus yang bisa kita pesan juga dan alhamdulilah ikut memajukan  perekonomian di kota Palembang ini,” katanya.

Baca:  Museum Negeri Sumsel Gelar Kajian Penutup dan Ikat Kepala Sumsel
Jangan Lewatkan
Komentar Anda
Loading...