Jambret Anak Kecil, Pelaku Ditembak

46

M Heriansyah (32) warga Jalan Finisi Nusantara, Kelurahan Sei Lais Kecamatan Kalidoni Palembang pelaku jambret terhadap bocah berusia sembilan tahun di Jalan Pasundan Lorong Masjid A Rahman, Kecamatan Kalidoni pada 5 Mei 2021 dilumpuhkan dengan timah panas karena mencoba melarikan diri saat akan ditangkap.(BP/IST)

Palembang, BP- M Heriansyah (32) warga Jalan Finisi Nusantara, Kelurahan Sei Lais Kecamatan Kalidoni Palembang pelaku jambret terhadap bocah berusia sembilan tahun di Jalan Pasundan Lorong Masjid A Rahman, Kecamatan Kalidoni pada 5 Mei 2021 dilumpuhkan dengan timah panas karena mencoba melarikan diri saat akan ditangkap.

Tersangka Heriansyah bersama Yudianto alias Atok (DPO) dengan berboncengan menggunakan sepeda motor jenis matic menjambret bocah berusia sembilan tahun. Saat itu korban berjalan seorang diri sambil memegang handphone lalu dirampas tersangka Heriansyah. Aksi kedua tersangka viral di media sosial.

Baca:  DPO Bobol Counter HP Dipelor

“Kami berdua sengaja keluar dari rumah dengan sepeda motor keliling mencari mangsa. Yang bawak motor teman, saya dibonceng. Tiba di TKP kami melihat korban berjalan sendiri sambil memegang handphone. Kami sempat berbelok satu kali setelah itu saya rampas HP nya,”katanya , Senin (31/5).

Handphone hasil jambret di jual tersangka seharga 700 ribu uang itu dibagi dua. “Uang hasil jual hp sudah saya belikan baju lebaran anak saya pak,”katanya.

Baca:  Dua Pelaku Pembobol Apotik K-Nia  Pharmacy di Jalan Opi Raya di Tangkap

Kapolsek Kalidoni AKP Evial Kalza mengatakan tersangka Heriansyah bersama temannya yang masih DPO menjambret anak kecil di Jalan Pasundan Kalidoni, aksi jambret kedua tersangka sempat viral di sosial media. Kedua pelaku berboncengan dengan sepeda motor. Peran tersangka Heriansyah adalah sebagai eksekutor yang merampas handphone korban sedangkan temannya sebagai pilot mengendarai sepeda motor.

Baca:  Pencuri Motor di Tembak Polisi

“Dari pengakuan tersangka handphone yang mereka jambret sudah mereka jual dan uangnya sudah habis. Untuk tersangka kami jerat dengan pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman diatas lima tahun penjara,”katanya.#osk