Ultimate magazine theme for WordPress.

“Nedokke 7 Jando di Rumah Baru”, Tradisi yang Hampir Dilupakan di Palembang

Disediakan juga bumbu-bumbu dan rempah-rempah seperti garam, asam, kayu manis dan lain-lain.

“Yang dilakukan para janda ini selama tujuh hari yaitu berdoa, membaca yasin, dan beribadah. Ia semacam uji coba menempati rumah baru, sebelum ditempati yang punya rumah,” katanya.

Nantinya janda tersebut akan bercerita, misal rumahnya dingin, dan nyaman. Atau bahkan kalau memang dirasa ada penunggunya, juga akan disampaikan.

Baca:  Memperingati Hari Sumpah Pemuda,  Kesultanan Palembang Darussalam Gelar Vaksinasi Massal

Sehingga yang punya rumah bisa mengambil tindakan, misal diadakan yasinan dan lain-lain.

Lalu pada hari ke tujuh diadakan hajatan dari tuan rumah seperti yasinan, sedekah, doa dan lain-lain. Setelah itu besoknya baru ditunggu tuan rumah.

“Kalau uda selesai sebagai ucapan terimakasih atau penghargaan, para janda diberi pakaian atau yang lainnya sesuai kemampuan tuan rumahnya,” kata mantan ketua Dewan Kesenian Palembang (DKP) ini.

Baca:  SMB IV dan Keluarga Ziarah ke Kawah Tekurep, yang Merupakan Komplek Makam Kesultanan Palembang Darussalam

Menurut Vebri, tradisi Niduke Tujuh Jando di Rumah Baru ini masih ada yang melakukan tradisi ini, seperti di daerah Tangga Buntung, atau Seberang Ulu. Namun memang sudah tidak terdengar lagi di kota Palembang. #osk

Jangan Lewatkan
Komentar Anda
Loading...