Ultimate magazine theme for WordPress.

Polwan yang Sering Wara-wiri Jadi MC Acara Polda, Brigpol Dewi Ternyata Sosok yang Ulet

Palembang, BP–Polda Sumatera Selatan (Sumsel)  kerap menggelar acara internal dan eksternal, baik itu di saat ulang tahun Polri, pertemuan rapat koordinasi, Focus Group Discussion dan lain sebagainya.

Layaknya acara pada umumnya, acara yang digelar Polda Sumsel tentunya dipandu oleh seorang pembawa acara.

Tak harus mencari Pembawa Acara dari luar instansi, lantaran di internal Polda Sumsel sendiri ada sosok Brigpol Dewi Sartika, yang mana wajah cantiknya teramat sering muncul di beberapa acara Polda Sumsel.

Awalnya sering gugup tapi karena dicoba terus dan berlatih, jadi tidak grogi lagi. Selain itu juga sering diajak jadi MC diluar diacara nikahan tentunya di luar jam dinas” kata Brigpol Dewi Sartika.
Brigadir Polisi (Brigpol) Dewi Sartika merupakan Polisi Wanita yang bertugas Subbag Renmin Humas Polda Sumsel.

Sebelum bertugas di Mapolda Sumsel, Brigpol Dewi Sartika lama bertugas di Polrestabes Palembang.

Memulai karir sebagai anggota kepolisian pada tahun 2008 lalu usai menyelesaikan pendidikan di bangku SMA tepatnya di SMAN 6 Palembang, Dewi Sartika langsung dinyatakan lulus menjadi anggota kepolisian. Dan memulai awal karir pertama kali berdinas di Samapta Poltabes Palembang pada tahun 2008.

Baca:  Kapolda Sumsel Silaturahmi dengan Rektor Unsri

“Pertama kali dinas di Samapta Poltabes Palembang itu dibagian Administrasi. Disana bertugas melakukan Patroli, Negosiator jika ada demontrasi di wilayah Palembang.
Disana kurang lebih selama 2 tahun hingga 2010,” kata Dewi Sartika saat ditemui kesibukan selaku Host di Hotel.Excelton Palembang, Kamis(27/5).

Setelah itu, beliau ditugaskan ke SPKT Polrtabes Palembang pada tahun 2010. Dewi Sartika pernah menjadi Sespri Kapoltabes Palembang di tahun 2011 kurang lebih selama satu tahun.

“Setelah itu ditugaskan menjadi Penyidik pembantu PPA Polresta Palembang hingga tahun 2017. Dari sana di Polsek Kalidoni Palembang kurang lebih 3 bulan baru ke Humas Polda Sumsel,” kata perempuan kelahiran Palembang, 27 Desember 1989 ini.

Dikatakan perempuan yang lahir dari keluarga yang kesehariannya menjual sate gerobak ini, selama bertugas banyak hal-hal yang membuatnya miris dan iba saat menghadapi suatu kasus. Terlebih saat dirinya ditempatkan di PPA Polresta Palembang.

Baca:  Kapolda Sumsel dan 'Gencar'  Gelar Baksos ke Pedagang Kaki Lima

“Waktu di PPA ada kasus pembunuhan anak di kertapati itu sedih melihatnya. Selain itu ada kasus pembunuhan nenek-nenek waktu itu sama ibu kandung yang bunuh anaknya itu, secara pribadi iba melihat hal seperti itu.

Sempat emosi namun kita tidak terpancinglah dan kita lakukan pendekatan emosional agar pelaku mau memberikan penjelasan yang pas,” kata ibu dua anak ini yang menikah dengan Rio Hendra yang bekerja di Sipil DPRD Provinsi Sumsel.

Hal yang paling berkesan selama berdinas, dikatakan Dewi Sartika yakni saat pengungkapan kasus pengeroyokan yang terjadi di Kota Palembang.

Disaat dirinya sedang hamil 9 bulan, Brigpol Dewi Sartika terjun langsung untuk melakukan penangkapan bersama anggota unit PPA di arah bandara pada waktu dinihari.

Sebagai Pelayan Masyarakat, Brigadir Dewi mengajak Kaum milenial dan masyarakat Sumsel agar menjauhi penyalahgunaan narkoba, karena akan merusak masa depan , tatanan ekonomi dan moral kita. Kita wajib turun tangan langsung memutus rantai penyebaran penyalahgunaan narkoba, baik sebagai pemakai maupun pengedar. Untuk bersama sama menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat tentunya.

Baca:  Dicky Tertangkap Dugaan Kepemilikan Senpi, Keluarga Minta Elita di Bebaskan

Serta menjaga komunikasi yang baik dengan para petugas pengemban keamanan terbatas (satpam, ketua RT, kades, kadus dll) di berbagai wilayah dan meningkatkan hubungan dengan para bhabinsa dan bhabinkamtibmas. Apabila terjadi gangguan kamtibmas di masyarakat, maka dengan mudah dapat diselesaikan secara kekeluargaan.

Dewi juga mengajak seluruh masyarakarat untuk senantiasa mengutamakan Protokol kesehatan Covid 19 secara ketat dan menjadi kebutuhan yang wajib dilaksanakan, yaitu rajin mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak, selalu memakai masker, jangan berkerumun, kurangi mobilitas, dan 3T, pemeriksaan dini (Testing) pelacakan (tracing) dan perawatan (Treatment) dan senantiasa beribadah sesuai agama dan kepercayaan kita masing masing. #osk

Jangan Lewatkan
Komentar Anda
Loading...