Perseteruan Ganjar Puan Nyaris Tak Pengaruhi Sumsel

66

Bagindo Togar BB (BP/IST)

Palembang, BP-Nama Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo dan Ketua DPR RI Puan Maharani jadi hot issue dan trending topic publik, lantaran dengan sengaja tidak diundangnya Ganjar Pranowo dalam acara penguatan soliditas kader di Kantor DPD PDI Perjuangan, Jawa Tengah, Sabtu (22/5).

Kedua kader PDI Perjuangan itu hangat dibicarakan dan dikaitkan dengan bursa pencalonan presiden pada Pemilu 2024.

Pengamat politik Sumatera Selatan (Sumsel), Bagindo Togar Bb menilai dengan Puan mengganjal Ganjar tersebut berdampak blunder bagi personifikasi Puan.

“ Ingat ibunya Megawati rela mengalah untuk Jokowi pada Pencalonan Pilpres thn 2014 , apalagi sekelas Puan. Sepantasnya kalau humble jangan “menghadang” popularitas Ganjar, tetapi bagaimana Puan mendesign kerja-kerja politik level menengah ke bawah yang lebih variatif juga intensi, bukan dengan mereduksi” katanya, Jumat (28/5).

Baca:  Bagindo Togar: Kasus Masjid Sriwijaya Dimanfaatkan Elite untuk Agenda Politik 2024?

Mengenai pertarungan internal Ganjar Puan menurut, Bagindo nyaris tidak pengaruh untuk Provinsi Sumsel.

“Puan itu dituntut mampu mengintrospeksi diri dan mencari pola yang tepat dalam berkomunikasi politik dengan baik ditingkat lapis menengah ke bawah, dia harus menemukan pola itu dulu , ketika Puan berusaha karena belum begitu diterima di kalangan komunitas politik, lantas jangan berupaya mengganjal Ganjar, ini blunder, Ganjar terposisi menjadi playing victim khan “,ujarnya lagi.

Baca:  Usulan Mgs Syaiful Padli Soal Jam Malam Ditengah Tingginya Covid-19 Mendapat Apresiasi

Bagindo mengingatkan tak elok Puan yang bila berambisi pada kontestasi politik nasional 2024, tapi malah menghalangi kandidat lain yang terlanjur lebih dikenal masyarakat.

Jika pola ini masih di lakoni Puan, menurutnya akan bisa menggerus suara PDIP di Jateng sebagai lumbung utama atau basis kelompok nasionalis.

“dikarenakan cara Puan plus squadnya kurang elegan, tapi malah berupaya mengeliminasi sosok lain dari kalangan internal sendiri,” katanya.

Baca:  Bagindo: Elite Pemerintahan Provinsi, Pemko dan Pemkab Seperti Kehilangan Ide, Itikad dan Semangat Hadapi Karhutla

Bila ini juga ini merupakan representasi dramaturgi politik PDIP, sepertinya terjadi kesalahan dalam memilih tajuk, narasi maupun final goalnya.
Sedangkan Bendahara DPD PDIP Sumsel Yudha Rinaldi enggan mengomentari perseteruan Ganjar dan Puan.

“ Aku tidak galak mengomentarilah itu, karena DPP lah lebih berkompeten tentang itu, kami denger dari DPP bae, kami tidak ingin mengomentari hal-hal yang bukan domain kami, lebih baik kami konsentrasi berkonsolidasi , menyelesaikan rapat kerja cabang,” katanya, Kamis (27/5).#osk