Dies Natalis Fakultas Syariah UIN RF, Alumni  Usulkan Ini

95

alumni Fakultas Syariah dan Hukum, DR. (H.C). Kemas. Muhamad Setiawan, S.H (BP/IST)

Palembang, BP- Dies Natalis Fakultas Syariah dan Hukum Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang. 60 tahun yang lalu tepatnya pada 25 Mei 1961 berdirilah Fakultas tertua di kampus biru UIN Palembang ini, yang kini bernama Fakultas Syariah dan Hukum, Selasa (25/5).

Sebagai Fakultas tertua di IAIN yang kini telah bertransformasi menjadi UIN, Sejarah Fakultas Syariah tidak dapat di pisahkan dari sejarah IAIN / UIN itu sendiri.

Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah atau sebelumnya Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Raden Fatah Palembang diresmikan pada tanggal 13 Nopember 1964 di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Provinsi Sumatra Selatan.

Berdasarkan surat Keputusan Menteri Agama Nomor 7 Tahun 1964 tanggal 22 Oktober 1964. Asal – usul berdirinya IAIN Raden Fatah erat kaitannya dengan keberadaan lembaga – lembaga pendidikan tinggi agama Islam yang ada di Sumatra Selatan dengan IAIN Sunan Kalijaga di Yogyakarta dan IAIN Syarif Hidayatullah di Jakarta.

Cikal bakal IAIN awalnya digagas oleh tiga orang ulama, yaitu K.H.A. Rasyid sidik, K.H. Husin Abdul Mu’in dan K.H. Siddik Adim pada saat berlangsung muktamar Ulama se Indonesia di Palembang tahun 1957. Gagasan tersebut mendapat sambutan luas baik dari pemerintah maupun peserta muktamar . Pada hari terakhir muktamar, tanggal 11 September 1957 dilakukan peresmian pendirian Fakultas Hukum Islam dan pengetahuan Masyarakat yang diketuai oleh K.H. A. Gani Sindang Muchtar Effendi sebagai Sekretaris.

Setahun kemudian dibentuk Yayasan Perguruan Tinggi Islam Sumatra Selatan ( Akta Notaris No. 49 Tanggal 16 Juli 1958 ) yang pengurusnnya terdiri dari Pejabat Pemerintah, ulama dan tokoh- tokoh masyarakat. Pada tahun 1975 s.d tahun 1995 IAIN Raden Fatah memiliki 5 Fakultas, tiga Fakultas di Palembang, yaitu Fakultas Syariah, Fakultas Tarbiyah dan Fakultas Ushuluddin; dan dua Fakultas di Bengkulu., yaitu Fakultas Ushuluddin di Curup dan Fakultas Syariah di Bengkulu.

Sejalan dengan kebijakan pemerintah dalam upaya pengembangan kelembagaan perguruan tinggi agama Islam, maka pada tanggal 30 juni 1997, yang masing- masing ke dua Fakultas di tingkatkan statusnya menjadi sekolah tinggi Agama Islam Negeri ( STAIN ), yaitu STAIN Curup dan STAIN Bengkulu .

Dalam perkembangan berikutnya IAIN Raden Fatah membuka dua Fakultas baru, yaitu Fakultas Adab dan Fakultas Dakwah berdasarkan Surat keputusan Menteri Agama R.I Nomor 103 tahun 1998 tanggal 27 Februari 1998. Cikal bakal Fakultas Adab dimulai dari pembukaan dan penerimaan mahasiswa Program Studi ( Prodi ) Bahasa dan Sastra Arab dan Sejarah Kebudayaan Islam pada tahun Akademik 1995/1996. Pendirian Program Pascasarjana pada tahun 2000 mengukuhkan IAIN Raden Fatah sebagai institusi pendidikan yang memiliki komitmen terhadap pencerahan masyarakat akademis yang selalu berkeinginan untuk terus menimba dan mengembangkan ilmu-ilmu keislaman multidisipliner.

Pada Dies Natalis Fakultas Syariah dan Hukum tahun ini, alumni Fakultas Syariah dan Hukum, DR. (H.C). Kemas. Muhamad Setiawan, S.H. mengucapkan ucapan selamat dan sukses selalu untuk almamater tercintanya itu, agar menjadi Fakultas terbaik yang dapat membawa kampus UIN Raden Fatah Palembang menjadi Universitas bertaraf Internasional.

“Saya juga berharap dalam rangka Dies Natalis ke-60 ini guna mengenang jasa tokoh tokoh yang banyak berjasa di Fakultas Syariah dan Hukum ini, agar kiranya pihak Dekanat Fakultas Syariah dan Hukum mengabadikan nama-nama para pendiri, para dekan, dan para guru besar di Fakultas Syariah dan Hukum ini menjadi nama gedung dan nama ruangan di FSH, dan diadakan seremonial peresmian nama-nama gedung dan ruangan di FSH ini yang sampai saat ini, gedung gedung di FSH belum memiliki nama yang resmi, begitupun dengan ruangan-ruangan masih di namai dengan angka-angka penomoran. Semoga saja usul dan masukan saya ini dapat segera di tindaklanjuti oleh yang mulia Dekan dan seluruh unsur Civitas Akademika FSH UIN Raden Fatah Palembang,” katanya, Selasa (25/5).

Ia menambahkan bahwa kampus-kampus UIN yang ada di pulau Jawa banyak mengabadikan nama gedung dan nama ruangannya dengan nama tokoh yang berjasa di Fakultas tersebut, begitupun dengan kampus Universitas Sriwijaya yang juga melakukan hal yang sama dalam penamaan gedung dan ruangannya, misal di FSH UIN RF ini salah satu nama gedungnya nanti diberi nama Gedung K.H. Abu Bakar Bastari (Dekan Pertama FSH), ruang munaqosyah di beri nama Prof. K.H. Ibrahim Hoesin, LML Hall (Dekan FSH dan Rektor IAIN), dan lain sebagainya.#osk