Minta Sumsel Konsisten Pertahankan Penurunan Kasus Covid-19

14


Menteri Perhubungan RI Budi Karya Sumadi meresmikan posko pengendalian transportasi di Terminal Alang-Alang Lebar, Palembang yang ditujukan kepada penumpang bus yang hendak melakukan perjalanan, Sabtu (22/5).(BP/IST)

Palembang, BP- Menteri Perhubungan RI Budi Karya Sumadi meresmikan posko pengendalian transportasi di Terminal Alang-Alang Lebar, Palembang yang ditujukan kepada penumpang bus yang hendak melakukan perjalanan.

Pada posko ini penumpang bus Antar Kota Antar Provinsi difasilitasi Rapid Antigen gratis dan pemeriksaan kesehatan sebagai syarat perjalanan.

“Posko ini fungsinya sebagai scrining awal, Sumsel beberapa waktu lalu cukup mengkhawatirkan tren kenaikan kasus dan ketersediaan BOR-nya. Adanya testing secara acak di tempat transportasi bisa mendeteksi penularan Covid-19,” kata Budi, Sabtu (22/5).

Angka penderita Covid-19 di Sumsel sudah menurun oleh karena itu pihaknya konsisten secara regulasi untuk menempatkan fasilitas testing (swab/rapid) di sejumlah lokasi transportasi.

“Kita harus concern (fokus, red). Secara regulasi semua tempat-tempat simpul transportasi darat harus dilakukan random testing. Menggunakan rapid antigen yang disuplay satgas COVID-19 nasional,” ujar Budi. didampingi Ketua Satgas COVID-19 nasional, Letjend TNI (Purn) Dr Doni Monardo, Gubernur Sumsel, H Herman Deru dan Walikota Palembang, H Harnojoyo.

Baca:  Sekretaris DPRD OI Positif Covid-19, Kini Isolasi di RS Jakabaring-Palembang

Budi  mengungkapkan, di Sumatera khususnya Sumsel sempat terjadi kenaikan kasus konfirmasi positif COVID-19. Sehingga dikhawatirkan adanya persebaran yang dibawa melalui mobilitas masyarakat. Namun sekarang berkat kerjasama dan keseriusan dari pemerintah daerah terjadi penurunan.

“Selama masa pengetatan syarat perjalanan calon penumpang transportasi darat —  roda dua dan empat–  sudah baik. Informasinya kasus aktif menurun. Saya harapkan Sumsel menjadi kontributor atau contoh terbaik pelaksanaan secara nasional,” katanya.

Baca:  Kasus Corona di Sumsel : Tidak Ada Penambahan Kasus, 8 Orang Sembuh 7 dari Palembang, 1 dari Ogan Ilir

Ketua Satgas COVID-19 nasional, Letjend TNI (Purn) Dr Doni Monardo meminta konsistensi kerjasama yang terjalin dipertahankan. Karena belum tentu data hari ini akan bertahan untuk dua tiga minggu kedepan.

“Jadi tolong ini dijaga, patuhi prokes jangan kendor. Kalau sampai pertengahan Juni kasus aktif harian bisa stabil dan BOR di bawah 50 persen, kita bisa sedikit tenang,” katanya.

Ia mengapresiasi apa yang sudah dilakukan satgas COVID-19 Sumsel. Karena sekitar tiga minggu yang lalu sempat khawatir dengan adanya peningkatan kasus aktif. Bed Occupancy Rate (BOR) rumah sakit di Sumsel diatas 60 persen. Ditambah lagi ditemukan adanya mutasi virus COVID-19 asal India.

Baca:  Istri Wawako Prabumulih Positif Covid-19

“Setelah adanya berbagai langkah dari satgas Sumsel, kita lihat hari ini BOR- nya turun signifikan 46 persen. Sekali lagi tolong ini dijaga konsistensinya,” kata Ketua BNPB ini.

Gubernur Sumatra Selatan (Sumsel) , Herman Deru menambahkan, pihaknya merasa Sumsel menjadi wilayah yang diperhatikan oleh Pemerintah.

“Bukan hanya dalam kunjungan tapi bantuan fasilitas seperti rapid antigen dan pemeriksaan kesehatan. Ini merupakan tekad BNPB dan satgas Covid-19, ” kata Deru.

Menurut Deru, setelah sebelumnya sempat dikunjungi oleh Ketua Satgas Covid-19 dan Kemendagri beberapa waktu lalu membuat masyarakat Sumsel menjadi patuh. “Kami apresiasi juga masyarakat Sumsel bisa patuh dengan aturan yang ditetapkan,” katanya.#osk