Covid-19 Masih Tinggi, Walikota Palembang di Desak Tutup Mall dan Tempat Hiburan

29


Gabungan aktivis Sumsel menggelar demo di kantor Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang, Rabu (19/5) massa mendesak Pemkot menutup mall, cafe dan tempat hiburan.(BP/IST)

Palembang, BP- Gabungan aktivis Sumsel menggelar demo di kantor Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang, Rabu (19/5) massa mendesak Pemkot menutup mall, cafe dan tempat hiburan.

Tidak banyak kami sampaikan ke Pemkot. Kami membantu TNI, Polri, dan Pemkot cara mengatasi penyebaran covid-19,” kata Ketua Gencar Palembang Charma Afrianto dalam orasinya.

Charma melihat sebelum hari raya Idul Fitri, Pemkot Palembang menyatakan  zona merah. Tapi sekarang Pemkot mengeluarkan pernyataan sudah turun.

“Jadi, zona merah, zona kuning, zona hijau ini sekendak pemkot. Kemaren keluar berita, penyebaran covid turun,” katanya dengan nada tinggi.

Selain itu menurutnya ketika ditetapkan dilarang mudik, terisolasi warga kota. Ketika masyarakat dilarang mudik dengan alasan memutus covid, tapi mall buka dan membludak.

Baca:  Restorasi Sungai Sekanak Habiskan Dana Rp15,5 Miliar

“Yang mendapatkan keuntungan dengan mengisolasi masyarakat, mall, cafe dan tempat hiburan mendapat keuntungan,” katanya.

Dia melihat Pemerintah Kota Palembang membentuk Posko Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di setiap kelurahan yang terdapat di 18 kecamatan.

“Disetiap mall ada tim PPKM, ini yang diuntungkan mall dan pengusaha, karena tim PPKM ini didanai pakai uang rakyat. Selain itu, banyak tempat hiburan yang besar yang buka. Di 18 kecamatan zona merah. Faktanya kluster besar di mall dan tempat hiburan, tidak bisa dihindarkan dan terjadi pembiaran di Palembang, ” katanya.

Baca:  Tempoyak-Tanjak Bawa Palembang Terima Penghargaan Warisan Budaya

Dia menuntut  penutupan mall dan tempat hiburan di  kota Palembang.

“Kumpulkan seluruh asosiasi mall dan hiburan. Kalau tidak lewat aksi, tidak sampai suara kami,” katanya.

Sedangkan Direktur SCW Sanusi menambahkan hari ini pihaknya melakukan demo ke kantor Walikota.

“Harusnya Walikota yang menerima kami, seyogyanya Walikota Palembang .Tapi Walikota tidak hadir disini. Karena Walikota yang bertanggungjawab, Palembang zona merah.Kami meminta, mall dan tempat hiburan di Palembang wajib ditutup sebelum zona hijau,” katanya.

Sedangkan  Kepala Dinas Herly Kurniawan Kepala Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Palembang mengatakan, ada empat tuntutan aksi demo yakni tuntutan pertama penutupan mall, cafe dan tempat hiburan. Kedua penegakan prokes ketat. Ketiga, Walikota berkoodinasi dengab pengusaha mall untuk mengambil langkah dalam penanganan covid-19 dan keempat

Baca:  Kepala Dinas Pera KP Palembang Tanggapi Soal Dugaan Upeti Pembuatan RAB

Menurutnya Pemkot Palembang telah melibatkan seluruh elemen masyarakat dalam mencegah penyebaran covid-19.

“Tuntutan masa aksi hari ini langsung kami sampaikan dengan Pak Walikota. Kita kompak, jangan saling menyalahkan. Pak Wali, Pak Sekda dari satu sisi ingin ekonomi tetap jalan, di sisi lain juga ingin covid-19 cepat berakhir. Jadi memang sulit dalam mengambil keputusan. Karena tidak semua setuju, pasti ada pro dan kontra.Tuntutan masa aksi ini kita sampaikan ke Pak Walikota,” katanya.#osk