Jokowi Akui Sumsel Berhasil Turunkan Kasus Mingguan Covid-19

16

Kepala Daerah Forkompimda Se Indonesia menghadiri
Rakor Agenda Arahan Presiden RI secara Virtual bersama Kepala Daerah dan Forkompimda Se Indonesia ,di Graha Bina Praja Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) Senin (17/5).(BP/IST)

Palembang, BP- Kepala Daerah Forkompimda Se Indonesia menghadiri Rakor Agenda Arahan Presiden RI secara Virtual bersama Kepala Daerah dan Forkompimda Se Indonesia ,di Graha Bina Praja Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) Senin (17/5).

Turut hadir Gubernur Sumsel H Herman Deru, Ketua DPRD Sumsel Hj RA Anita Noeringhati, Pangdam II Sriwijaya Mayjen TNI Agus Suhardi dan Kapolda Sumsel Irjen Pol Prof Dr Eko Indra Heri S MM.

Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, ada 15 provinsi yang mengalami tren kenaikan kasus Covid-19 seperti Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Jambi, babel, DKI Jakarta, Maluku, Banten, NTB, Malut, Kalteng, Sulteng, Sulsel dan Gorontalo.

“Untuk perkembangan kasus mingguan, provinsi yang berhasil menurunkan grafik Covid-19, seperti Aceh, Sumsel, Jambi dan lainnya,” katanya.

Menurut Jokowi, kasus penyebaran tempat wisata mengalami kenaikan mulai dari 38-100,8 persen. Pemeritah daerah diingatkan untuk mewaspadai terjadinya angka kenaikan kasus usai lebaran Idul Fitri.

Baca:  Waw, Dana Program Sekolah Gratis Triwulan II 2018 Cair Sebesar Rp78,8 M

“Kita menargetkan pada kuartal kedua, ekonomi naik sebanyak 7 persen. Namun tetap hati-hati, perhatikan perkembangan kasus Covid-19, jangan sampai abai kesehatan demi mencapai target peningkatan ekonomi,” katanya.

Gubernur Sumsel, Herman Deru mengaku sangat bangga dan mengucapkan terima kasih kepada bupati/walikota di Sumsel karena telah bekerja dengan baik untuk menurunkan grafik kasus Covid-19.

“Saya ucapkan terima kasih. Sumsel masuk 19 provinsi yang berhasil menurunkan grafik Covid-19,” katanya.

Herman Deru mengatakan, adanya penurunan grafik tersebut sebagai bukti jika semua pihak, termasuk kabupaten/kota di Sumsel telah bekerja dengan baik, menjaga posko penyekatan mudik saat lebaran Idul Fitri 1442 H.

Baca:  Dinas Perdagangan Sumsel Dukung Wacana Minyak Curah Jadi Kemasan

“Posko penyekatan ini diperpanjangan hingga 31 Mei 2021 sesuai intruksi Kapolri. Kita minta kabupaten/kota ikut membantu menjaga posko ini, ini untuk mengatisipasi penyebaran kasus Covid-19 pada arus balik,” katanya.

Tak hanya itu, Herman Deru juga mengapresiasi atas kinerja tim gabungan yang bertugas menjaga posko penyekatan mudik, lantaran tidak terjadinya kasus yang menonjol seperti halnya di daerah lainnya.

“Artinya, petugas kita telah melakukan tugasnya dengan tegas dan humanis, sesuai apa yang saya sampaikan sebelumnya,” imbuhnya.

Ditambahkannya, kabupaten/kota diminta untuk terus memantau perkembangan kasus Covid-19 di daerah masing-masing, bahkan melakukan upaya penutupan lokasi wisata jika jumlah masa yang datang tidak terkendali lagi.

“Tempat wisata silahkan ditutup sementara, jika warga yang datang tidak terkendali lagi, karena beresiko terjadinya penyebaran Covid-19,” terangnya.*

Baca:  Waw, Dana Program Sekolah Gratis Triwulan II 2018 Cair Sebesar Rp78,8 M

Kapolda Sumsel Irjen Pol Prof Dr Eko Indra Heri S MM melalui Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Drs Supriadi MM  menambahkan Satwil Polrestabes dan Satwil jajaran bersama TNI ,Pemda dan Instansi terkait diminta untuk terus memantau perkembangan kasus Covid-19 di daerah masing-masing, bahkan melakukan upaya penutupan lokasi wisata jika jumlah massa yang datang tidak terkendali lagi,serta senantiasa koordinasi dengan Gugus tugas penanggulangan covid 19 setempat.

“Tempat wisata silahkan ditutup sementara, jika Warga yang datang tidak terkendali lagi, karena beresiko terjadinya penyebaran Covid-19, serta terus mengimplementasikan Prokes secara Ketat,mulai mencuci tangan  dengan sabun,menjaga jarak, memakai masker,menghindari kerumunan serta mengurangi mobilitas guna menjaga kesehatan ,” katanya.#osk