Bobol Rumah Majikan, Tiga Pegawai Cucian Mobil Ditembak

60


Ketiga pelaku adalah Warsono (29), Luki (30), kedua warga Jalan Wahap Lorong Sidodadi Kecamatan Seberang Ulu I Palembang, dan rekannya Yopi (23), warga Jalan Majapahit Lorong Majapahit 9, Kecamatan Seberang Ulu I Palembang.(BP/IST)

Palembang, BP-Kompak membobol dan mencuri di rumah majikan, tiga pegawai cucian mobil terpaksa di tembak di kakinya.

Ketiga pelaku adalah Warsono (29), Luki (30), kedua warga Jalan Wahap Lorong Sidodadi Kecamatan Seberang Ulu I Palembang, dan rekannya Yopi (23), warga Jalan Majapahit Lorong Majapahit 9, Kecamatan Seberang Ulu I Palembang.

Trio bobol rumah ini diringkus Tim Beguyur Bae Satreskrim Polrestabes Palembang di rumahnya masing-masing, Minggu (9/5), sekitar pukul 22.30 .

Baca:  Satu dari Enam Pelaku Begal Sadis Diringkus

“Ketiga pelaku terpaksa diberikan tindakan tegas dan terukur karena melawan saat akan ditangkap,” kata Kasat Reskrim Polrestabes Palembang, Kompol Tri Wahyudi melalui Kanit Ranmor, Iptu Irsan Ismail, Senin (10/5).

Dikatakan Irsan, pelaku beraksi Minggu (9/5), sekitar pukul 14.00 . Saat itu korban bernama Herman (53), warga Jalan DI Panjaitan, Lorong Pegagan, Kecamatan Seberang Ulu II, hendak mengecek keadaan rumah yang ditinggalkannya.

Baca:  Perampok Wanita Hamil ditembak Polisi

“Tapi korban malah mendapati pintu rumahnya dalam keadaan terbuka dan barang berantakan. Ketika diperiksa ternyataa barang antik dan kuningan milik korban sudah hilang,” katanya.

Akibat kejadian ini, korban mengalami kerugian hingga Rp.80 juta, dan melapor ke Polrestabes Palembang. “Dari hasil penyelidikan ketiga pelaku adalah pegawai di tempat steam mobil milik korban,” katanya.

Dari ketiga pelaku turut diamankan barang bukti berupa satu set ceret dan cangkir yang terbuat dari logam kuningan. “Atas perbuatannya ketiga pelaku dijerat Pasal 363 KUHP dengan ancaman kurungan penjara diatas 5 tahun,” katanya.

Baca:  2 Tahanan Kabur dari Polresta Palembang Didor Polisi

Sementara, menurut Warsono, dia mengajak kedua rekannya mencuri di rumah korban lantaran sering ditinggal pergi. “Selain itu gaji kami sebagai tukang cuci mobil tidak cukup, ditambah mau lebaran jadi terpaksa kami melakukannya (mencuri),” katanya.#osk