Ultimate magazine theme for WordPress.

Sengketa Pulau Kemaro Akan Dibahas di Komisi I DPRD Sumsel Usai Lebaran

Untuk itu menurut Anita,dirinya akan meminta Dinas Kebudayaan dan Pariwisata untuk duduk bersama meluruskan sejarah  Pulau Kemaro ini.

“Kedua  mereka menyampaikan tentang sengketa  , karena ada keinginan Pemerintah Kota Palembang untuk membangun Pulau Kemaro ini menjadi tempat wisata yang bukan hanya wisata religi seperti saat ini  tapi wisata yang lain, inilah  zuriat ini  merasa keberatan  karena mereka tidak dilibatkan akan hal itu dan mereka ingin meminta haknya sebagai pemilik dari Pulau Kemaro,” kata mantan Ketua Komisi IV DPRD Sumsel ini.

Baca Juga:  KIP Minta KPU Sumsel Transparan Soal Penggunaan Anggaran

Untuk itu menurutnya,  DPRD Sumsel akan menjadi fasilitator antara Zuriat Kiai Marogan, Pemkot Palembang maupun instansi terkait agar permasalahan ini  segera terselesaikan , karena bagaimanapun juga Kiai Marogan ini sudah menjadi tonggak sejarah karena ada masjidnya,  ada makamnya dan ada sejarahnya.

“Setelah lebaran segera kita tindaklanjuti, karena surat dari mereka sudah saya disposisi ke Komisi I , Komisi I yang membidangi pemerintah , mereka yang akan menindaklanjuti,” katanya.

Baca Juga:  Komisi I DPRD Sumsel Sorot Kinerja Inspektorat Sumsel

Anita berharap, jangan sampai masalah ini mencuat ke media yang malah justru semakin memperuncing masalah yang ada.

Sedangkan Wakil Ketua Komisi V DPRD Sumsel Mgs Syaiful Padli menilai ada titik titik buntu yang harus ditembus salah satunya pihak Pemkot Palembang terkait sengketa Pulau Kemaro.

“Saran saya dari aliansi  juga membuat surat untuk ketemu dengan Pemkot Palembang dan kami diajak dari DPRD Sumsel terutama dari Dapil I kota Palembang untuk mendampingi , dasarnya bahwa aliansi sudah pernah ke DPRD Sumsel dan sudah beraudiensi dan kita sifatnya memfasilitasi dan bersama –sama kita kawal,” katanya.

Jangan Lewatkan
Komentar Anda
Loading...