Ultimate magazine theme for WordPress.
BI-25

Politisi PKS Minta Walikota Tinjau Ulang Larangan Shalat Ied di Masjid

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Palembang, Muhammad Hibbani (BP/IST)

Palembang, BP–Pernyataan Walikota Palembang, H. Harnojoyo yang melarang pelaksanaan shalat Idul Fitri atau shalat Ied di masjid menuai pro dan kontra. Banyak masyarakat yang mempertanyakan keputusan tersebut karena justeru pasar, mall, kafe dan tempat hiburan justeru tetap buka.

Terkait pelarangan tersebut, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Palembang, Muhammad Hibbani angkat bicara, Selasa (4/5).

“Kita harus tetap meningkatkan kewaspadaan dan menjalankan protokol kesehatan agar pandemi ini tidak terus menyebar,” jelas Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS) DPRD Kota Palembang tersebut.

Tetapi menurutnya pelarangan sholat Idul Fitri di masjid merupakan keputusan yang berlebihan dan kurang tepat. Jika alasannya karena akan ada kerumunan besar, saat ini di pasar-pasar sudah ada banyak kerumunan.

Baca:  Antisipasi Gangguan Keamanan Jelang Idul Fitri, Apel Gabungan Ketupat Musi Digelar

Dia memahami betul bahwa alasan pemerintah mengizinkan pasar-pasar melakukan transaksi dalam jumlah yang masif, agar roda ekonomi berputar dan masyarakat bisa mendapatkan penghasilan. Selain itu, Bendahara Umum Dewan Pengurus Daerah (DPD) PKS Palembang menjelaskan bahwa pemerintah juga berkepentingan mendapatkan pendapatan dari pajak dan berputarnya roda ekonomi.

“Saya kira wajar-wajar saja pemerintah mengizinkan pusat-pusat ekonomi terus berjalan,” ucap Hibbani.

Baca:  Mudik dan Shalat Idul Fitri di Masjid Dilarang

Lantas dia mempertanyakan, apakah karena sholat idul fitri tidak ada benefit secara ekonomi, sehingga shalat idul fitri dilarang. Padahal sholat idul fitri merupakan salah satu kebutuhan spiritual masyarakat yang datang setahun sekali.

“Saya kira jamaah shalat idul fitri jika dihimbau dengan baik akan menjalankan protokol kesehatan,” ungkap lulusan Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN) ini.

Baca:  Gubernur Sumsel dan Walikota Palembang Laksanakan Shalat Idul Fitri di Rumah Pribadi

Lebih lanjut Hibbani menjelaskan bahwa jama’ah shalat ied tidak akan seramai biasanya karena banyak orang Palembang rantauan yang tidak pulang kampung karena larangan mudik.

“Saya menyarankan agar pemerintah kota mengkaji lagi kebijakan ini dan mencari solusi yang lebih menenteramkan masyarakat,” saran mantan pegawai pajak ini.

Hibbani mengimbau masyarakat untuk terus berdoa agar pandemi ini segera berakhir sehingga kehidupan bisa kembali normal seperti sediakala. Tak lupa dia mengajak untuk selalu mematuhi protokol kesehatan. #osk

Jangan Lewatkan
Komentar Anda
Loading...