Ultimate magazine theme for WordPress.

Ketua DPRD Sumsel: “Tidak Boleh Mudik Titik, Jadi Tidak Ada Koma”

Hj RA Anita Noeringhati (BP/DUDY OSKANDAR)

Palembang, BP–Ketua DPRD provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) Hj RA Anita Noeringhati memastikan larangan mudik sangat jelas dari Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri) dan instruksi dari Presiden.

“Bahwa tidak boleh mudik titik,  jadi tidak ada koma, artinya kita narasinya sama, saya sampaikan bahwa kenapa tidak boleh mudik, bukan kami tidak sayang dengan keluarga tetapi kita tidak mudik itu karena kami saya,” katanya politisi partai Golkar ini saat ditemui di DPRD Sumsel, Selasa (4/5).

Berkaca dari India  sangat luar biasa kasusnya,” Naudzubillahi min dzalik,  jangan sampai hal itu terjadi di Sumatera Selatan, semoga masyarakat itu paham  kenapa tidak boleh mudik,” katanya.

Mantan Ketua Komisi IV DPRD Sumsel ini memahami pasti semua orang rindu dengan keluarga, apalagi saat hari raya, saat -saat bersilaturahmi.

Baca:  Puluhan Pekerja PT GCG Demo Ke DPRD Sumsel

“Namun situasi dan kondisi tidak memungkinkan, sehingga saya selaku ketua DPRD Sumsel  menghimbau ayo kita patuhi instruksi dari pemerintah, instuksi pemerintah itu disampaikan  karena kita menyayangi masyarakat semua,” katanya.

Sedangkan Wakil Gubernur Sumsel, Mawardi Yahya mengharapkan kesadaran masyarakat dalam penerapan disiplin Penerapan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala mikro, seperti selalu menetapkan protokol kesehatan (Prokes) dan penekanan tracing, testing dan treatment (3T) masih terus dilakukan

Baca:  Penggunaan Jalan Negara di Merapi Oleh Perusahaan Tambang Akan di Serahkan Ke  Gubernur Sumsel

“Toh, kalau kita paksa, kita sudah tau persis, seperti kita lihat di layar TV bagaimana kalau kita salah tangkap, oleh sebab itu kita tetap memberikan pengertian dan himbauan,” imbaunya saat usai menghadiri Musrenbang di Command Center, Selasa (4/5).

Orang nomor dua di Bumi Sriwijaya ini meminta agar masyarakat Sumsel mempunyai kesadaran diri sendiri dalam menghadapi pandemi. Menurutnya, semua negara-negara termasuk Sumsel banyak korban lantaran terpapar Covid-19.

Baca:  DPRD Sumsel Lanjutkan Mediasi Pulau Kemaro, Jika Tidak Ada Kesepakatan Zuriat Kiai Marogan dengan Pemkot Palembang

“Kita terus menghimbau, secara tegas kita hati-hati juga, karena efeknya luar biasa. Takutnya menjadi masalah lain nantinya. Tapi harapan kita himbau terus,” ungkap Mawardi.

Sedangkan untuk mudik lebaran Idul Fitri, secara tegas dirinya tetap melarang. Kalaupun memang mendesak, protokol kesehatan yang tidak boleh lupa.

“Di setiap posko akan di siapkan alat kesehatan, yang penting untuk menghimbau, memonitor, pada kerumunan kerumunan masyarakat,” katanya.#osk

Jangan Lewatkan
Komentar Anda
Loading...