Ultimate magazine theme for WordPress.

Fraksi Partai Golkar DPRD Sumsel Desak Pemprov Sumsel Lebih Tegas Tegakkan Prokes

Nadia Basyir (BP/IST)

Palembang, BP–Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) mendesak kepada pihak  Pemprov Sumsel agar lebih tegas dalam menegakan protokol kesehatan (Prokes).

Hal tersebut disampaikan oleh Anggota DPRD Sumsel dari Fraksi Partai Golkar DPRD Sumsel Nadia Basyir, Senin (3/5/2021) saat melakukan intrupsi dalam Rapat Paripurna Istimewa XXVIII (28) dengan agenda penyampaian rekomendasi DPRD Sumsel terhadap LKPJ Gubernur Sumsel Tahun Anggaran (TA) 2020 di Ruang Rapat Paripurna DPRD Sumsel, Senin (3/5).

Menurut politisi Partai Golkar ini fakta di lapangan seperti di pasar tradisional, banyak pedagang dan pengunjung yang tidak memakai masker atau menerapkan Protokol kesehatan.

“Tidak penting Sumsel peringkat berapapun dalam sebaran Covid, Kita tidak memperdebatkan itu, yang jadi fokus utama kita bagaimana menimbulkan kembali kesadaran masyarakat dalam menerapkan Prokes, karena kesadaran ini saya lihat mulai kendor,” kata Nadia.

Baca:  DPRD Sumsel  Sebut Dinkes Belum Serius Tangani Covid-19

Lanjut dia, dirinya juga melihat jika kendurnya pengawasan dari Pemerintah sehingga banyak masyarakat yang mengendurkan diri dari pentingnya Prokes.

“Ini harus menjadi perhatian pemerintah, Kita memiliki kewajiban untuk menigingatkan kepada masyarakat. Apalagi jika kalian lihat di pasar banyak pedangang dan masyarakat itu tidak memakai masker. Turunkan petugas juga Pol PP di setiap tempat kerumunan agar masyarakat ini sadar dan mau memakai masker,” katanya usai rapat paripurna.

Baca:  DPRD Sumsel Minta Pemprov Sumsel Pertimbangkan Ketetapan Pengaturan Jam Kerja Guru Honor SMA/SMK

Nadia juga merespon saran Menteri Dalam Negeri (mendagri) untuk kembali membuka Wisma Atlit sebagai tempat rumah sehat atau tempat isolasi Covid-19. “Itu bagus sekali, kita lihat saat ini tingkat terisi rumah sakit sudah 65 persen. Angka ini cukup besar, apalagi Palembang sekarang Zona merah. Jadi ini sangat membantu jika di buka kembali,” katanya.

Sedangkan Gubernur Sumsel H Herman Deru dalam rapat paripurna tersebut membantah jika Provinsi Sumsel peringkat pertama dalam penularan Covid-19. Katanya, jika di lihat pada Real Time tingkat pemaparan covid-19 Sumsel berada di peringkat 13 di Indonesia.

Baca:  Komisi I DPRD Sumsel Berikan Dukungan Kepada APH, Tindak Tegas Pelaku Penganiayaan Perawat RS Siloam Sriwijaya

“Kalau yang besar itu BOR nya (Bed Occupansi Rate) persentasinya 65 persen. Memang jika dilihat adanya kekenduran dari masyarakat dalam penerapan prokes, untuk itu kita sebagai pemimpin, tokoh agar mencontoh,”  katanya.#osk

Jangan Lewatkan
Komentar Anda
Loading...