Ultimate magazine theme for WordPress.

Exit Tol Pedu, Tol Kapal Betung Tidak Bisa Dibebaskan PT Waskita Tol Sriwijaya

Drs Tamrin Msi (BP/IST)

Palembang, BP–Anggota Fraksi Partai Golkar DPRD Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) Drs Tamrin Msi  mengatakan, kalau dirinya pernah mengusulkan di tim perumus  untuk memanggil  PT Waskita Karya atau PT Hutama Karya untuk membuka jalan tol di Jakabaring agar jangan ditutup.

“Karena kita kehilangan icon, kehilangan Masjid Agung, kehilangan Jakabaring Sport City, kehilangan Jembatan Ampera, kalau dia lewat sana khan lewat belakang seolah tidak ada apa-apanya Palembang, padahal Palembang punya  banyak sekali historis dan yang menjadi icon kita,”  katanya  saat melakukan intrupsi dalam Rapat Paripurna Istimewa XXVIII (28) dengan agenda penyampaian rekomendasi DPRD Sumsel terhadap LKPJ Gubernur Sumsel Tahun Anggaran (TA) 2020 di Ruang Rapat Paripurna DPRD Sumsel, Senin (3/5).

Menanggapi hal tersebut Gubernur Sumsel H Herman Deru mengatakan, kalau jalan exit tol yang di maksud adalah  pintu  exit tol pedu jalan Tol Kapal Betung.

“Saat setelah diresmikan presiden, keluar  ke Kramasan  itu pedu menjadi ditutup, jalan pedu itu statusnya  jalan sementara  yang dibangun PT Waskita Tol Sriwijaya, karena sewa jalan itu punya pak Suroyo, jadi tidak dijualbelikan sama dia , sementara sewanya habis, maka tidak ada pilihan dia keluar ke Kramasan karena pak Suroyo tidak menjual, jadi nanti saran pak Tamrin akan saya sambut , saya akan ajak Waskita untuk  bersama-sama saja be to be , jadi bisnis ke bisnis saja pemilik tanah  untuk dapat di manfaatkan jalan keluar itu minimal untuk mobil-mobil pribadi ,” katanya.

Gubernur menegaskan kembali ruas jalan tol pedu tersebut  memang tidak bisa di bebaskan pihak PT Waskita Tol Sriwijaya karena dimiliki Suroyo.

“Tindaklanjutnya kita akan panggil Waskita bahwa ini usulan dari DPRD untuk dapat masyarakat dapat segera tembus ke jakabaring,” katanya.#osk

 

Jangan Lewatkan
Komentar Anda
Loading...