Dinilai Gagal Lindungi Masyarat Dari Covid-19, Walikota Palembang Raih Penghargaan dari JCMP

46

Belasan masyarakat yang tergabung dalam Jaringan Cinta Masyarakat Palembang (JCMP) melakukan aksi di depan Kantor Walikota Palembang, Jumat (30/4). (BP/IST)

Palembang, BP- Belasan masyarakat yang tergabung dalam Jaringan Cinta Masyarakat Palembang (JCMP) melakukan aksi di depan Kantor Walikota Palembang, Jumat (30/4).

Perwakilan dari kantor Walikota sempat  mendapatkan piagam penghargaan sekaligus medali dari perwakilan JCMP.

Piagam penghargaan tersebut diberikan kepada Walikota Palembang sebagai pemimpin  yang gagal melindungi dan mencegah penyebaran wabah Covid 19 pada masyarakat kota Palembang

“Pertama kami ingin memberikan penghargaan kepada walikota yang telah gagal dalam melindungi dan mencegah wabah covid-19 pada masyarakat Palembang,” kata Kordinator Aksi Rahmat Sandi Iqbal SH

Ditambahkannya, ini juga bentuk motivasi dari mereka agar walikota Palembang benar-benar bekerja dalam penanganan covid-19, karena melihat Palembang selalu dalam Zona Merah.

Baca:  Aliansi Garda Sriwijaya Gelar Aksi Kreatif #PalembangZonaMerah

“Jadi kami pikir penanganan covid-19 di kota Palembang belum maksimal, seperti penyemprotan dan lain-lain itu tidak optimal, dan paling hanya beberapa bulan saja,” katanya.

Dikatakannya lagi, kalau Palembang masih terus dalam zona merah, mereka akan tetap menduduki Kantor Walikota, sampai pihak yang bersangkutan (Walikota) benar-benar turun dan tidak hanya diam di rumah.

“Makanya kita berharap kedepan pemerintah agar bekerja dengan serius, supaya masyarakatnya tidak terkena covid-19, sedangkan mereka hanya diam di rumah saja,” katanya.

Baca:  5 Tersangka Antigen Bekas di Bandara Kualanamu, Ternyata Warga Sumsel

Menanggapi tuntutan tersebut, PLT Kepala Dinas Kesehatan Kota Palembang, dr Hj Fauzia MKes mengatakan, ada beberapa poin yang bisa mereka jawab dalam menanggapi tuntutan tersebut.

“Mengenai jaminan kesehatan, memang disebutkan dalam UUD 1945, bahwa kesehatan masuk dalam kebutuhan dasar. Dan perlu diketahui, Pemerintah Kota Palembang bersama lima kabupaten kota lainnya, tetap konsisten dalam memberikan jaminan kesehatan,” katanya  saat menanggapi tuntutan tersebut mewakili Pemerintah Kota Palembang.

Dilanjutkannya, terkait vaksin temuan mereka tinggi, dan bagaimana covid itu bisa ditegakkan kalau tidak dilakukan pemeriksaan.

Baca:  Polda Sumsel Semprot Disinfektan Sejumlah Titik di Kota Palembang

“Sebetulnya untuk covid-19 kita bisa mengetahui laju kasusnya, karena kami dari kesehatan juga sudah dalam lingkup gugus tugas dengan bidangnya masing-masing. Dan kita bisa lihat nanti, tapi jangan komulatifnya, karena akan terus bertambah. Melainkan dari kasus aktif saat ini, itu sudah bisa di bawah seribu,” katanya,

Oleh karena itu terangnya, pemerintah tidak bisa berdiri sendiri dalam mencegah penyakit yang menular. Tetapi harus ada kontribusi bersama-sama baik dari pemerintah maupun masyarakat Kota Palembang.#osk