Gemass Lacona: Palembang Zona Merah, Desak Walikota Vaksinisasi Covid-19 di Perluas dan Dipercepat

51

Andreas OP selaku ketua Gemass Lacona (BP/IST)

Palembang, BP- Lambatnya sikap pemerintah kota Palembang dalam penanganan covid19 termasuk menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala mikro yang dijalanka pasca PSBB ternyata justru  kasus Covid-19 di Kota Palembang terus meningkat.  Dari peta zona resiko Covid-19 di Palembang di 18 kecamatan, terdapat 14 kecamatan masuk dalam zona merah covid19,  dan 2  kecamatan lainya diprediksikan akan menyusul menjadi zona merah dalam kurun waktu satu bulan kedepan pasca idul  fitri ini, sehingga jika hal ini terjadi dipastikan Palembang menjadi salah satu kota di Sumatera

Kordinator  Gemass Lacona , Andreas OP, menilai Walikota Palembang telah gagal  dalam penanganan  covid19, suport  dana yang telah dikucurkan dengan anggaran milyaran rupiah  untuk belanja APD, peralatan medis, Sembako, PSBB, serta  program pos komando di 107 kelurahan tidak berdaya menghalang laju covid 19 dikota Palembang.

“Program vaksinasi yang dijalankan oleh pemeritah sebagai tindak lanjut dari program pencegahan prokes  menjadi bagian dari tahap pemulihan terhadap pandemi covid19 menjadi program yang harusnya dipercepat di seluruh lini, “ katanya, Kamis (29/4).

Baca:  Gemass Lacona: Palembang Zona Merah! Desak Walikota Tutup Pintu Keluar Masuk Palembang

Berdasarkan  data Vaksinasi  kota Palembang per Selasa (27/4) Jumlah  masyarakat Palembang  yang sudah divaksinasi  dosis ke satu  sebanyak : 114.122 orang  atau 40%, sedangkan pada  Vaksinasi  dosis  ke dua  sebanyak : 72.652 orang atau 25% berdasarkan data Dinkes Palembang.

“Jika melihat  data  menunjukan pemkot Palembang  gagal dalam upaya pencegahan melaui program vaksinasi covid 19. Sehingga kami dalam advokasi covid 19 kota Palembang, satu  mendesak dengan segera kepada Walikota Palembang untuk mengambil langkah darurat covid 19 dikota Palembang dalam situasi zona merah covid 19 yang sangat memprihatikan sehingga kami tidak mau kejadian di India terjadi di kota Palembang akibat tidak tanggapnya  Pemkot terhadap penanganan covid19,” katanya.

Kedua, medesak kepada walikota untuk segera turun tangan langsung memimpin gotong royong perang terhadap covid19 dan ketiga mendesak walikota untuk segera mengalokasikan kembali dana tanggap darurat covid19 khusunya pada pemberian fasilitas pelayanan kesehatan di rumah sakit khusus covid19.

Baca:  Gemass Lacona: Palembang Zona Merah! Desak Walikota Tutup Pintu Keluar Masuk Palembang

Lalu keempat mendesak walikota untuk segera mempercepat penyerapan vaksinasi di tiap kecamatan hingga 30 % dalam waktu dua bulan kedepan, kelima mendesak walikota untuk segera mengajukan  program PSBB  kepada gubernur sumatera selatan untuk menurunkan zona merah covid 19 di Palembang.

Dan keenam mendesak walikota untuk memberikan sanksi yang terhadap pelanggar protokol dan ketujuh mendesak walikota untuk mengurangi kegiatan seremoni di Pemkot dan mengalokasikan kegiatan tersebut dalam giat  pencegahan covid 19.

“Akhirnya Gemass Lacona menghimbau kepada semua pihak untuk bersama –sama menjadi pengiat covid 19 dengan menjadi buzzer bagi kampanye pecegahan covid 19,  kampanye  serta kritik terhadap pemkot Palembang yang lambat dalam penangan covid 19, sehingga pesan kami kepada seluruh warga palembang, ‘ mari gotong royong melawan covid19 dari lingkungan sekitar “ kata Andreas OP .

Baca:  Gemass Lacona: Palembang Zona Merah! Desak Walikota Tutup Pintu Keluar Masuk Palembang

Sedangkan sebelumnya Sekda Kota Palembang Ratu Dewa mengatakan, Pemkot Palembang mengimbau kepada warga Palembang untuk tidak mudik lebaran Idul Fitri di tahun ini. Baik itu keluar dari Palembang ataupun sebaliknya, masuk Kota Palembang

“Kita akan perketat jalur mudik agar warga Palembang tidak keluar dari Kota. Artinya tahun ini tidak boleh mudik,” kata Dewa, Rabu (28/4).

Dewa melanjutkan, saat ini sudah dibentuk posko Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di setiap Kelurahan. Terutama yang masuk zona merah, camat dan lurah harus memasang banner/spanduk pemberitahuan bahwa wilayah itu zona merah. Saat ini belasan kecamatan di Palembang menyandang status zona merah atau risiko tinggi penyebaran Covid-19.

“Perlu adanya pengetatan, k Dishub dan Satpol PP patroli ke perbatasan dan terminal karena Palembang berada di titik perlintasan,” kata mantan Kabag Humas Pemprov Sumsel. #osk