Kepala BNPB Apresiasi Peran DPRD Sumsel Terkait Penanggulangan Karhutla

34


Dalam rangka koordinasi dan arahan terhadap upaya Penanggulangan dan antisipasi Bencana Karhutla tahun 2021 di Sumsel, Ketua DPRD Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), Hj RA Anita Noeringhati SH MH melakukan kunjungan kerja ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di Graha BNPB Jl Pramuka Jakpus, Selasa (27/4).(BP/IST)

Palembang, BP- Dalam rangka koordinasi dan arahan terhadap upaya Penanggulangan dan antisipasi Bencana Karhutla tahun 2021 di Sumsel, Ketua DPRD Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), Hj RA Anita Noeringhati SH MH melakukan kunjungan kerja ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di Graha BNPB  di Jalan Pramuka Jakarta Pusat (Jakpus), Selasa (27/4).

Kedatangan Anita diterima langsung oleh kepala BNPB Letjen TNI Doni Monardo.

Dalam pertemuan tersebut turut hadir  Lilik Kurniawan (Sestama), Tedi Saragih dan Yuliamto (Irtama) dan  anggota DPRD Sumsel lainnya seperti Toyep Rakembang (PAN), Gani Subit (Demokrat), Heru Prayogo (Golkar).

Baca:  Larangan Mudik, Ketua DPRD Sumsel Nilai Ibarat Buah Simalakama

Menurut jenderal bintang 3 ini, baru DPRD Sumsel yang pertama datang ke kantor BNPB untuk koordinasi terkait karhutla.

“Semoga upaya yang dilakukan DPRD Sumsel ini bisa ditiru oleh dewan daerah lainnya sehingga koordinasi dan komunikasi  berjalan,”kata Doni.

Dalam  pertemuan itu Ketua DPRD Sumsel  menjelaskan apa yang sudah dilakukan oleh  Sumsel terkait karhutla. Seperti koordinasi dengan kabupaten/kota di Sumsel.

Menurut Anita, beberapa waktu lalu ia berkunjung ke  kabupaten OKI sebagai salah satu kabupaten rawan karhutla ditemukan sejumlah persiapan yang sudah dilakukan kabupaten OKI untuk antisipasi Karhutla 2021.

Baca:  Ketua DPRD Sumsel Nilai PPKM Bertujuan Bukan Membatasi Masyarakat Tapi Memang Sangat Dilematis

Antara lain,  pembuatan posko di 41 titik rawan karhutla, rapat klaster dengan sejumlah perusahaan perkebunan serta  persiapan sarana dan prasarana antisipasi karhutla 2021

“Dalam waktu dekat kami juga akan mengagenda untuk rapat  koordinasi dengan komisi  terkait (V) DPRD Sumsel yang diikuti oleh BPBD se Sumsel atau kabupaten yg rawan karhutla,” kata Politisi Golkar.

Dijelaskan Anita, upaya pencegahan terus dilakukan agar karhutla Sumsel bisa ditekan sebab Sumatera Selatan (Sumsel) merupakan salah satu provinsi rawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Dan Sumsel punya lahan gambut sekitar 1,4juta hektar.

Baca:  Sering Tidak Hadiri Rapat, Pansus V DPRD Sumsel Usulkan Gubernur Ganti Kadisbudpar Sumsel

Soal Lahan Gambut Ketua BNPB Doni Munardo mengakui jika sulit sekali memadamkan lahan gambut jika sudah terbakar.

Maka upaya pencegahan harus secara dini dilakukan serta sosialisasi  larangan membakar terus digencarkan sebelum puncak musim kering yang biasa terjadi  Agustus .

“Saya yakin kalau dewannya sudah peduli sejak awal maka pencegahan akan lebih mudah dilakukan,” katanya.

Terkait dengan peran dan bantuan BNPB pada provinsi yang mengalami kebakaran Doni mengatakan akan terus  dilakukan seperti bantuan water boombing, helikopter dan bantuan lainnya.#osk