Ultimate magazine theme for WordPress.

Mgs Syaiful Padli:  Vaksin Covid-19 Untuk Guru  di Sumsel Baru  12,34 Persen


Mgs Syaiful Padli(BP/DUDY OSKANDAR)

Palembang, BP- Berdasarkan hasil rapat Komisi V DPRD Sumatera Selatan (Sumsel)  dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumsel hingga kini vaksin Covid-19 untuk guru seluruh Sumsel terutama SMA /SMK belum mencapai angka 50 persen atau baru mencapai 12,34 persen.

“ Artinya teman-teman bersepakat ketika  sampai mendekati awal  tahun ajaran baru jumlah guru yang di vaksin seluruh Sumsel tetap tidak mencapai angka 50 persen maka pansus V merekomendasikan menunda pembelajaran tatap muka di Sumsel,” kata Wakil Ketua Komisi V DPRD Sumsel, Mgs Syaiful Padli ketika ditemui di DPRD Sumsel, Senin (26/4).

Kecuali jika vaksin untuk guru seluruh Sumsel mencapai 50 persen maka menurutnya sekolah bisa di buka.

Baca Juga:  9 Fraksi di DPRD Sumsel Setujui Raperda Pertanggungjawaban APBD Sumsel 2020

“ Kalau masih di bawah 50 persen sangat rentan sekali ketika guru-gurunya belum selesai proses di vaksin, kita meminta keseriusan  dari Dinas Kesehatan untuk melakukan  segera vaksin  untuk guru-guru yang ada di Sumsel terutama guru SMA/SMk,” kata politisi PKS ini.

Sementara itu Vaksin Covid-19 di Sumatera Selatan (Sumsel) masih terus digencarkan. Namun sayangnya stok vaksin sudah habis, tinggal khusus untuk lansia.

“Keterbatasan vaksin juga jadi kendala, saat ini seluruh Sumsel vaksinnya sudah habis,” kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumsel Lesty Nurainy, Senin (26/4).

Lebih lanjut ia menjelaskan, vaksin habis ini dalam artian ada vaksin tapi untuk penyuntikan vaksin ke dua atau  sudah ada yang punya.

Baca Juga:  DPRD Sumsel Kecewa, Rapat Sengketa Pulau Kemaro Ternyata Pemkot Palembang  Kirim Perwakilan Tanpa Surat Kuasa

“Untuk penyuntikan dosis pertama hampir sudah tidak ada lagi stoknya. Kita sudah menulis surat ke Kementerian Kesehatan untuk mintak bantuan vaksin ini,” kata Lesty.

Menurutnya, Menteri kesehatan akan melihat berdasarkan data Smile Terkait distribusi vaksin. Kalau dilihatnya masih ada penumpukan maka Kabupaten/Kota itu tidak akan mendapatkan vaksin tambahan.
Nah hanya ada beberapa Kabupaten/Kota, kalau itu lancar semua baru didistribusikan lagi.

“Untuk cakupan vaksinansi kita di Sumsel, SDM Kesehatan sudah 92,24 persen, Pelayanan Publik sudah 46,43 persen dan lansia baru 6,3 persen,” katanya.

Baca Juga:  "Bagi Kami Sekda  Adalah Ketua TAPD, Untuk Sekarang Tidak Perlu Kita Polemikkan" 

Sementara itu Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Sumsel Fery Yanuar menambahkan, bahwa total vaksin di Sumsel 683.400 vial.

“Kesemua sudah didistribusikan ke Kabupaten/Kota. Yang terbaru dapat tambahan 1400 vial, untuk empat Kabupaten/Kota di Sumsel,” katanya.

Keempat Kabupaten/Kota tersebut yaitu Pali, Empat Lawang, Musi Rawas dan Pagaralam. Untuk vaksin ini sekarang sudah ada pihak ketika yang mendistribusikan yaitu Kima Farma dan Merapi.

“Memang vaksin masih ada tapi itu untuk dosis yang kedua. Namun untuk lansia vaksin tetap masih ada, karena lansia disediakan khusus. Sebab lansia  kelompok prioritas dan rentan,” katanya.#osk

Jangan Lewatkan
Komentar Anda
Loading...