Pemerintah Harus Lakukan Sosialisasi Masif Perketat Perjalanan Mudik

38

Lestari Moerdijat

Jakarta, BP–Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat mengatakan, pengetatan persyaratan perjalanan dalam negeri sebelum dan sesudah masa larangan mudik, harus dimaknai sebagai upaya pencegahan yang terukur agar sebaran Covid-19 di tanah air bisa terkendali.

“Kita harus memahami upaya pengetatan persyaratan tersebut sebagai bagian dari pengendalian Covid-19 di saat terjadi potensi pergerakan masyarakat dari satu daerah ke daerah lain,”ujsr Lestari di Jakarta, Kamis (22/4).

Dikatakan, satuan tugas penanganan Covid-19 menerbitkan adendum Surat Edaran No. 13/2021 tentang Peniadaan Mudik Hari Raya Idul Fitri Tahun 1442 Hijriah dan Upaya Pengendalian Penyebaran Corona Virus Desease 2019 (Covid-19) Selama Bulan Suci Ramadan 1442 Hijriah.

Baca:  Ekonomi Tumbuh Jika Pandemi Covid-19 Bisa Diatasi

Dalam adendum surat tersebut, Satgas Covid-19 mengumumkan pengetatan persyaratan perjalanan pada H-14 hingga H+7 larangan mudik yang telah ditetapkan antara 6-17 Mei 2021, sehingga pengetatan perjalanan berlaku mulai 22 April hingga 24 Mei 2021.

Menurut Lestari, untuk mengefektifkan pemberlakuan kebijakan tersebut Pemerintah harus segera melakukan sosialisasi yang masif mengingat kebijakan itu diterbitkan di saat sebagian masyarakat mudik lebih awal.

Baca:  Ketua MPR Ajak Mahasiswa KOSGORO Terapkan Semangat Solidaritas

Setiap perubahan kebijakan, lanjut Lestari, harus segera disampaikan kepada masyarakat sehingga masyarakat tidak mendapatkan informasi yang sesat.

Di sisi lain, para pemangku kepentingan di daerah harus segera merespon kebijakan yang diterbitkan Satgas Covid-19 di tingkat pusat tersebut.

Pertambahan jumlah positif Covid-19, kata dia, menunjukkan penurunan, beberapa pekan terakhir.
Namun, positivity rate nasional per 19 April 2021 masih tercatat 11,4%. Itu berarti, berdasarkan standar WHO, sebaran Covid-19 masih jauh dari terkendali.

Baca:  Ma’ruf Cahyono: MPR Gelar Tiga Agenda Besar Pada Agustus 2017

Berdasarkan kondisi tersebut, langkah pengetatan yang diumumkan Satgas Covid-19 itu cukup beralasan.

“Sehingga kita tidak boleh lengah dan mengabaikan protokol kesehatan, apalagi berkerumun,” tegasnya.

Disiplin memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan dengan sabun dan menghindari kerumunan, tambah Lestari harus menjadi norma baru dalam keseharian masyarakat.#duk