Belum Bayar Hutang Ke Pihak Ketiga, JAMP Tuding TAPD Kota Palembang Tidak Becus Kelola Keuangan

39

Massa dari Jaringan Advokasi Masyarakat Palembang (JAMP) melakukan aksi demo di depan Kantor Walikota Palembang, Kamis (22/4). (BP/IST)

Palembang, BP- Massa dari Jaringan Advokasi Masyarakat Palembang (JAMP)  melakukan aksi demo di depan Kantor Walikota Palembang,  Kamis (22/4).

Mereka  meminta Walikota Palembang memeriksa Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD)  kota Palembang yang dinilai tidak becus mengelola keuangan dan belum membayar hutang kepada pihak ketiga.

Menurut Koordinator Aksi (Korak) , Charma Aprianto,  pihaknya menyampaikan aspirasi pihak ketiga sebagai pelaksana pembangunan proyek di Pemkot Palembang.

Baca:  Tempoyak-Tanjak Bawa Palembang Terima Penghargaan Warisan Budaya

“Kami keluh kesah ke Pemkot mengenai tagihan  proyek  0 persen belum dibayarkan. Saya pribadi miris,  ada insiden terhadap saya dan keluarga tentang keterlambatan membayar.  Karena saya cukup lama berteman dengan  Pemkot Palembang . Jadi saya berusaha tidak anarkis, ” kata Charma dengan nada tinggi.

Charma mengaku miris dengan kondisi ini dan meminta kejelasan permasalahan ini agar cepat selesai.

“Mudah mudahan masyarakat,  tahu.  Kami kontraktor bukan mau bertanggung jawab terhadap pihak ketiga.  Ada hak kami diperjuangke ke Pemkot Palembang . Karena  Covid, kami maklum,   pihak luar juga maklum,  kami berusaha menagih. Pemkot, kami harap profesional membayar tagihan. Pemkot tadi secara simbolis memberikan sebuah laptop jaminan janji untuk membayar.  Kalau tidak ada kejelasan,  kita sudah siapkan segel,” katanya usai aksi demo.

Baca:  Tahun Ini Tidak Ada Penerimaan CPNS  

Sementara itu,  Kepala BPKAD Pemkot Palembang Zulkarnain  yang menerima para pendemo mengatakan,  sekarang  pihaknya tengah melakukan proses, inventarisasi jumlah utang di OPD.

“Kita lakukan validasi ke Inspektorat untuk nilai kebenarannya.  Kemudian hasilnya ke keuangan pemkot untuj dianggarkan. Sekarang proses penganggaran,    Insha Allah dipercepat.  Mei mulai pembayarannya,  doakan kondisi keuangan kita bisa melaksanakan secepatnya. Minta maaf rekanan.  Mudah-mudahan bulan Mei mulai pembayarannya,”  kata Zulkanarnain.#osk

Baca:  Restorasi Sungai Sekanak Habiskan Dana Rp15,5 Miliar