Belasan Massa Brikade 98 Demo di DPRD Sumsel

38

Terkait Kriminalisasi Terhadap Anggota KUD Minanga Ogan

Belasan massa yang tergabung dalam Brikade 98 melakukan aksi damai ke DPRD Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), Kamis (22/4). (BP/DUDY OSKANDAR)

Palembang, BP–Belasan massa yang tergabung dalam Brikade 98 melakukan aksi damai ke DPRD Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), Kamis (22/4).

Kedatangan mereka tidak lain untuk meminta wakil rakyat membantu menghentikan kriminalisasi, sekaligus membantu menyelesaikan masalah sengketa lahan KUD Minanga Ogan, pasca berakhirnya HGU lahan Minanga Ogan, Kabupaten OKU.

Selain melakukan orasi, belasan massa juga membawa umbul umbul dan sepanduk bertuliskan protes terhadap segala bentuk intimidasi, dan kriminalisasi  terhadap penyelesaian kasus lahan KUD.

Baca:  Pansus I DPRD Sumsel Pertanyakan Realisasi Program  Perekrutan 1000 Penyuluh Pertanian

Dalam orasinya, Koordinator Aksi, Des Lefri mengatakan, sejak berakhirnya HGU lahan Minanga Ogan, ditambah ketidakjelasan kepemilikan lahan warga, telah menimbulkan banyak persoalan dikalangan pemilik lahan dan KUD, yang berjung pada kasus laporan polisi yang dilayangkan pada salah satu pemilik lahan yakni Asrul Edy dan keluarganya, yang disangkahkan mengambil sawit dilahan KUD Minanga Ogan, yang HGU-nya telah berakhirsejak 2019 lalu.

Atas kondisi tersebut, keluarga besar Asrul Edi pemilik 17 H lahan telah mengadukan persoalannya kepada Brikade 98 yang selanjutnya dikeluarkanlah 3 tuntutan yakni minta aparat kepolisian menghentikan proses hukum terhadap Asrul Edi dan keluarga besarnya.

Baca:  Terkait Lahan Pulau Kemaro, Pekan Depan DPRD Sumsel Fasilitasi Pertemuan Zuriat Kiai Marogan dan BPN Sumsel

Kemudian minta KUD Minanga Ogan segera mengembalikan lahan Asul Edi dan keluarganya. “Terakhir, kami mendesak penyelesaian kasus  diinternal KUD Minanga Ogan dengan mekanisme RAT sebagaimana yang tertuang dalam RAT,” ujarnya.

Dalam orasinya, massa juga minta bantuan dewan untuk memediasi antara KUD Miangga Ogan, pemilik lahan dan keluarga besar Asrul Edi, untuk duduk bersama menyelesaikan masalah ini. “Kami juga minta dukungan dewan agar keluarga besar Asrul Edi dibebaskan dari turuntan. Karena HGU telah berakhirsejak 2019 dan mereka juga mempunyai kepemilikan terhadap lahan tersebut,” ujarnya.

Baca:  Dana Tunjangan transportasi Dewan Cair

Kedatangan massa ini diterima oleh Kabag Humas  DPRD Sumsel, Ikhwansyah.  Kepada massa aksi, Ikhwasnyah mengatakan, kalau saat ini anggota dewan sdang tidak berada ditempat karena melakukan kunjungan kerja. “Saat ini anggota dawan sedang melakukan tugas diluar kota. Namun kami akan menyampaikan aspirasi warga Minangga, kepada anggota DPRDSUmsel,” katanya.#osk