Gemass Lacona: Palembang Zona Merah! Desak Walikota Tutup Pintu Keluar Masuk Palembang

74


Andreas OP selaku Koordinator Gemass Lacona (BP/IST)

Palembang, BP- Meningkatnya jumlah pasien penderita covid19 di Palembang kurun waktu 10 bulan terakhir pasca diberlakukanya PSBB menjadi keprihatinan bersama, hal ini diperkuat dengan adanya 62 kelurahan dikota Palembang yang menjadi zona merah covid19 dan berpotensi membayakan keselamatan penduduk Kota Palembang yang berjumlah kurang lebih 1.6 juta orang.

Keseriusan tim gugus tugas covid 19 kota Palembang sebagai garda terdepan perang terhadap covid19 dipertanyakan konsistensinya, begitu juga Walikota Palembang sebagai pemangku kebijakan dinilai tidak peka dan diduga kurang memperdulikan peningkatan jumlah pasien covid19 dalam telaah yang dilakukan oleh tim Gerakan Masyarakat Lawan Corona [Gemass Lacona] dalam kuran waktu satu tahun wabah covid19.

Koordinator Gemass Lacona , Anreas OP menilai upaya pencegahan penyebaran covid 19 di Palembang pasca PSBB terindikasi sangat longgar dan tidak berkelanjutan, hal ini dapat dilihat dari longgarnya penerapan prokes dalam kegiatan masyaraka seperti, pesta pernikahan yang tidak dibatasi, jam oprasional mall yang normal, pelanggaran prokes kapasitas pengunjung rumah makan dan restaurant yang over, kegiatan dinas pemerintah kota yang melibatkan banyak pihak hampir setiap hari, serta longgaranya pengawasan di pintu –pintu perbatasan, pelabuhan dan bandara Palembang terhadap aktivitas keluar masuk warga Palembang yang di duga sebagai salah satu pemicu tingginya angka penderita covid19 saat ini.

Baca:  Satu Pasien di RSMH Sembuh Virus Corona

“Dalam menyikapi kondisi tersebut  kami mendesak Walikota Palembang dan jajaran gugus tugas covid19 Palembang untuk segera mengambil langkah tegas sehubungan dengan peningkatan penderita positif covid19 dikota Palembang yang mencapai anggka 9.565 orang positif, Suspek 26.800 orang, Kontak Erat total 7.455 orang, Sembuh 8.492 orang, Meninggal 417 orang, Discarded kasus Suspec 18.764 serta Kasus Aktif konfirmasi 656 kasus *( data dinaskesehatanPLG 18 April 2021),maka dengan tingginya anggka covid19 di kota Palembang,” katanya, Rabu (21/4).

Pihaknya mewakili masyarakat kota Palembang meminta Walikota Palembang untuk segera menutup seluruh pintu masuk dan keluar kota Palembang dengan menerapkan prokes yang ketat dengan mewajibkan setiap orang yang akan masuk ke Kota Palembang wajib test rapidantigen.

Baca:  Kelurahan 20 Ilir D IV RT 19 A Kecamatan IT I Miliki Kampung Tangkal Covid-19

“Walikota Palembang untuk segera menerapkan razia dan penegakan disiplin prokes dengan menurukan satgas covid19 palembang, pihak kepolisian, satpol PP dan TNI,di kawasan kota dan pintu masuk Palembang  dan Walikota Palembang untuk segera mengelontorkan dana tanggap darurat covid19 terhadap 62 kelurahan yang menjadi zona merah,” katanya.

Selain itu Walikota Palembang untuk segera melakukan vaksinasi warga di 62 kelurahan yang masuk zona merah dan Walikota Palembang untuk segera membangun pos pemantauan covid19 di 18 kecamatan dengan melibatkan seluruh komponen warga dalam mencegah penyebaran dan penanggulangan awal kasus covid19 ditingkat kecamatan secara konsisten hingga kondisi covid19 hilang.

“Walikota Palembang untuk segera menganggarkan dana stimulus bagi pelaku usaha UMKM, tukang becak, buruh bangunan, kuli panggul, buruh harian lepas. Dengan penerapan prokes yang ketat di kota Palembang, kami berharap angka penyebaran covid19 di Palembang dapat ditekan, ini butuh komitmen dari Walikota Palembang sebagai pemangku kebijakan tertinggi yang memiliki otoritas kebijakan anggaran, sehingga jika benar walikota Palembang mencintai warga kota Palembang tentunya tidak akan membiarkan warganya jatuh dalam penderitaan  covid19 yang berkepanjangan dan akan dengan sigap mengambil langkah kongkrit dalam perang melawan Covid19, tidak perlu mewacanakan hal teknis yang itu akan melukai hati warga Palembang dimana hampir satu tahun covid19 penanganan yang di lakukan pemkot Palembang masih bersifat menunggu intruksi pemerintah pusat dan tidak memiliki trobosan penanganan covid19,” katanya.

Baca:  Pasien Positif Corona di Sumsel Capai 210 Orang

Gemass Lacona  menurutnya berkomitme untuk terus mengawal perang terhadap covid19 di Palembang melalui media kampanye, advokasi serta akan terus memberikan kritik dan saran terhadap aktivitas penanganan covid19 yang dilakukan Pemerintah kota Palambang.#osk