Ultimate magazine theme for WordPress.
BI-26-27

Soal Joseph Paul Zhang, Ketua MPR: Permasalahkan Agama Sudah Ketinggalan Zaman

Bambang Soelistyo

Jakarta, BP–Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) meminta aparat kepolisian segera menindak tegas Joseph Paul Zhang, terduga penistaan agama dan Nabi Muhammad SAW. Joseph telah dilaporkan berbagai pihak atas dugaan tindak pidana ujaran kebencian Pasal 45A ayat 2 jo Pasal 28 ayat (2) UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dan/atau Penistaan Agama Pasal 156A KUHP.

“Saya telah bertemu dengan sejumlah tokoh lintas agama. Saya sudah kontak Sekjen PGI Pendeta Gomar Gultom dan Romo Benny Susetyo. Kita sepakat meminta aparat bergerak cepat mengamankan Joseph agar segera diproses hukum. Selain memastikan penegakan hukum, juga memastikan kondusifitas masyarakat tetap terjaga dengan baik. Jangan sampai ketenangan masyarakat serta kerukunan antar umat beragama terganggu akibat ulah Joseph,” ujar Bamsoet di Jakarta, Minggu (18/4).

Baca:  Bamsoet Harap Kapal Selam Nanggala 402 Segera Ditemukan

Menurut Bamsoet, tindakan Joseph yang menantang warga melaporkannya ke polisi karena mengaku sebagai nabi ke-26, termasuk tindakan provokatif yang memecah belah bangsa. Sebuah bentuk arogansi yang tidak terpuji.

“Entah apa motif bersangkutan membuat kehebohan yang tidak mendidik di media sosial. Yang pasti, polisi harus menyambut tindakan arogan yang bersangkutan. Agar menjadi pelajarsn bagi pihak tidak membuat tindakan serupa,” jelas Bamsoet.

Bamsoet mengingatkan agar warga tetap tenang. Jangan terprovokasi dan main hakim sendiri. Biarkan aparat menjalankan tugas. Sehingga Joseph dapat mempertanggungjawabkan tindakannya dihadapan hukum.

“Sosok seperti Joseph sama sekali tidak mencerminkan kepribadian bangsa Indonesia yang menghormati perbedaan dan saling menghargai antar umat beragama. Namun itu juga bukan alasan bagi masyarakat untuk melakukan tindakan main hakim sendiri. Biarkan hukum yang bicara,” tandas Bamsoet.

Baca:  Bamsoet Ingatkan Pemilik Izin Khusus Senjata Api Bela Diri Agar Gunakan Sesuai Peraturan

Dikatakan sikap saling menghormati sesama pemeluk agama adalah kunci kerukunan antar umat beragama. Dalam pembukaaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 pasal 29 ayat 2 disebutkan ‘Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agama masing-masing dan untuk beribadat menurut agama dan kepercayaannya’.

“Karena itu sebagai warga negara sudah patut menjunjung tinggi saling toleransi antar umat beragama dan saling menghormati demi keutuhan negara. Seluruh warga negara dan negara harus senantiasa hadir dalam upaya menjaga kemajemukan bangsa. Dengan melihat kebhinnekaan sebagai kekayaan yang menyatukan, bukan perbedaan yang memisahkan,” kata Bamsoet.

Baca:  Wakil Ketua MPR: Saatnya Penguatan Alutsista Maritim

Dia menambahkan, sebagai mahluk sosial, persinggungan antar individu mengekspresikan dan mengaktualisasikan diri dalam kehidupan beragama sangat mungkin terjadi. Kasus penistaan agama bukan sekali terjadi. Namun, dengan adanya rasa toleransi tinggi antar umat beragama, kasus penistaan agama bisa diredam untuk tidak menjadi pertikaian antar agama.

“Bila masih ada pemikiran dan tindakan yang selalu mempermasalahkan perbedaan agama, pemikiran dan tindakan itu sudah sangat ketinggalan jaman. Bukan saatnya lagi bangsa Indonesia mempertentangkan perbedaan. Indonesia yang sesungguhnya adalah Indonesia yang menjaga perbedaan dan keberagaman. Indonesia yang memelihara kekayaan-kekayaan yang Tuhan anugerahkan kepada kita semua,” papar mantan Ketua DPR tersebut.#duk

Jangan Lewatkan
Komentar Anda
Loading...