HP Perawat RS Siloam Dirampas Lalu Dibanting

107

Aksi penganiayaan terhadap salah satu perawat di RS Siloam Sriwijaya Christina Ramauli Situmorang, Kamis (15/4) sekira pukul 14.00  yang sempat viral di media sosial. Ternyata berbuntut panjang.(BP/IST)

Palembang, BP- Aksi penganiayaan terhadap salah satu perawat di RS Siloam Sriwijaya Christina Ramauli Situmorang, Kamis (15/4) sekira pukul 14.00  yang sempat viral di media sosial. Ternyata berbuntut panjang.

Kini seorang perawat Ardana Reswara Permatasari (31) warga Jalan Merdeka Kelurahan Kayu Ara, Kecamatan Sekayu Kabupaten Muba yang juga teman korban ikut melaporkan pelaku JT ke SPKT Polrestabes Palembang kerena Handphone (HP) nya telah dirusak pelaku.

Baca:  Penangguhan Penahanan JT Ditolak

Ardana melaporkan kasus Pengrusakan sesuai UU No 1 tahun 1946 tentang pasal 406 KUHP. Diceritakannya, bahwa di lantai 6 RS Siloam tepatnya di kamar pasien anak ada keributan antara perawat dengan keluarga pasien.

Kemudian, korban merekam dengan menggunakan handphone (HP) miliknya merek Vivo V15 dirampas oleh pelaku JT lalu dibanting ke lantai hingga rusak. “Saya sedang merekam aksi keributan antara pelaku dengan perawat, namun pelaku mendekat kemudian merampas HP saya dan membantingnya,” kata korban saat melapor.

Baca:  Komisi I DPRD Sumsel Berikan Dukungan Kepada APH, Tindak Tegas Pelaku Penganiayaan Perawat RS Siloam Sriwijaya

Hp yang rusak akibat dibanting membuat korban mengalami kerugian sekitar Rp 3,1 juta. “Saya laporkan saja kejadian ini ke polisi. Supaya pelaku bertanggung jawab atas perbuatannya,” jelas Ardana.

Kasubbag Humas Polrestabes Palembang Kompol M Abdullah membenarkan sudah diterima laporan dari korban, “Laporan sudah diterima di SPKT Polrestabes Palembang dan selanjutnya akan diteruskan ke Satreskrim untuk diproses,”  katanya.#osk

Baca:  JT Penganiaya Perawat RS Siloam Sriwijaya Minta Maaf Kepada Korban